Banjir Hadiah di Awal Tahun, Pengundian Badai Emas Pegadaian Periode II Tahun 2025 Digelar

Banjir Hadiah di Awal Tahun, Pengundian Badai Emas Pegadaian Periode II Tahun 2025 Digelar

Pengundian Badai Emas Pegadaian. (Foto: dok Pegadaian)

PT Pegadaian resmi mengumumkan pemenang program Undian Badai Emas Periode 2 dan Grand Prize Tahun 2025. Program apresiasi bagi nasabah setia ini kembali membuktikan komitmen Pegadaian dalam menghadirkan nilai tambah, sekaligus mendorong masyarakat untuk semakin aktif bertransaksi digital melalui aplikasi Tring!. Pengundian diselenggarakan di Ballroom The Gade Tower, pada Selasa (20/1).

Pada periode kali ini, Pegadaian mengundi Grand Prize berupa 1 Kilogram Tabungan Emas. Hadiah ini menjadi luar biasa berkilau karena seperti diketahui, saat ini emas menjadi salah satu instrumen investasi yang digandrungi oleh masyarakat karena nilainya yang terus meningkat.

Tidak hanya itu, khusus bagi nasabah Pegadaian Syariah, Pegadaian memberikan Grand Prize berupa Paket Haji Plus, sebagai dukungan nyata Pegadaian dalam membantu nasabah mewujudkan ibadah ke tanah suci dengan nyaman.

“Kami sangat mengapresiasi antusiasme masyarakat dalam mengikuti pengundian ini. Tercatat lebih dari 2 juta peserta yang mengikuti pengundian Badai Emas periode ini, dengan total ratusan juta kupon,” ujar Direktur Pemasaran, Penjualan, dan Pengembangan Produk PT Pegadaian Selfie Dewiyanti pada acara pengundian Badai Emas tersebut (20/1).

“Untuk itu kami juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepercayaan nasabah dalam menggunakan produk investasi dan pembiayaan Pegadaian selama ini,” katanya.

Kera4d

Aviasi dan Pariwisata Diandalkan Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi RI hingga 6%

Aviasi dan Pariwisata Diandalkan Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi RI hingga 6%

Aviasi dan pariwisata nasional diyakini memiliki potensi besar sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi

“Transformasi bisnis yang dilakukan selama empat tahun terakhir telah menjadi fondasi yang kokoh. Ke depan dalam melanjutkan transformasi ini, dengan tetap adaptif untuk menyesuaikan dengan berbagai perubahan yang sangat cepat, seperti yang terjadi pada masa saat ini. Kami berharap seluruh prakarsa InJourney, dengan dukungan penuh para pemangku kepentingan, mampu menciptakan nilai yang lebih besar bagi perekonomian nasional,” kata Direktur Utama InJourney, Maya Watono, Selasa (20/1/2026). 

Di sisi pariwisata ditekenakna bahwa pengembangan sektor ini tidak cukup hanya dari sisi infrastruktur, tetapi harus menyentuh aspek pemberdayaan masyarakat. 

“Program pembangunan yang baik harus memastikan keterlibatan dan kesiapan sumber daya manusia agar manfaat ekonomi dapat dirasakan secara luas dan berkelanjutan,” ujar Direktur SDM dan Digital InJourney, Herdy Harman. 

Fokus Keberlanjutan

Keberlanjutan menjadi kerangka utama dalam pengembangan sektor aviasi dan pariwisata. Konsep ini mencakup keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan sosial. Strategi keberlanjutan dilakukan melalui dua pilar utama: lingkungan dan sosial-ekonomi.

Pada aspek lingkungan, fokus diberikan pada pengelolaan limbah, efisiensi penggunaan air, perlindungan keanekaragaman hayati, serta mitigasi perubahan iklim melalui program penghijauan dan pemanfaatan energi terbarukan. Misalnya, implementasi pembangkit listrik tenaga surya di bandara dan destinasi wisata mampu menghasilkan ribuan megawatt energi bersih per tahun sekaligus mengurangi emisi karbon signifikan.

Sementara itu, aspek sosial-ekonomi menekankan peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui program kesehatan, pendidikan, pemberdayaan UMKM, dan perluasan lapangan kerja. Pendekatan ini memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi dari sektor pariwisata dapat dirasakan secara inklusif dan berkelanjutan.

kera4d

Ini Hasil Lengkap Pertemuan AHY dan Purbaya: Bahas Utang Whoosh hingga Ancaman Jakarta Tenggelam

Ini Hasil Lengkap Pertemuan AHY dan Purbaya: Bahas Utang Whoosh hingga Ancaman Jakarta Tenggelam

Ini Hasil Lengkap Pertemuan AHY dan Purbaya: Bahas Utang Whoosh hingga Ancaman Jakarta Tenggelam

 Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan hasil pertemuan dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Kantor Kementerian Keuangan, Selasa (20/1/2026). Pertemuan yang berlangsung selama dua jam tersebut memfokuskan pembahasan pada percepatan proyek infrastruktur vital dan penanganan dampak bencana.

AHY merinci empat poin utama yang menjadi prioritas dalam koordinasi tersebut yakni rehabilitasi pascabencana di Sumatera, restrukturisasi finansial Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCIC), proyek pengamanan Pantai Utara (Pantura) Jawa serta akselerasi program perumahan rakyat.

Terkait pemulihan di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang terdampak bencana, Menkeu Purbaya memberikan jaminan ketersediaan anggaran untuk rekonstruksi infrastruktur dasar dan hunian warga.

“Karena prinsipnya kementerian keuangan tadi disampaikan oleh Pak Purbaya, prinsipnya akan siap untuk memberikan dukungan dari sisi keuangan, apalagi untuk segera menanggulangi kerusakan infrastruktur dan juga rumah-rumah yang tadi saya sampaikan,” ujar AHY usai pertemuan.

Selain itu, kedua menteri juga membahas skema pembiayaan untuk target renovasi dan pembangunan rumah rakyat yang direncanakan akan meningkat signifikan pada periode ini.

Mengenai keberlanjutan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, AHY mengungkapkan adanya langkah pembentukan Komite Nasional Kereta Cepat. 

Komite ini bertujuan untuk menyelaraskan kebijakan antar-kementerian guna mempercepat restrukturisasi keuangan sekaligus menyiapkan payung hukum bagi pengembangan kereta cepat di wilayah lain.

“Karena ini juga penting untuk bisa mengambil langkah-langkah strategis maupun taktis. Yang kedua kita juga sedang mengusung bisa dikatakan peraturan pemerintah yang bisa mengayomi bukan hanya kereta cepat Jakarta-Bandung tapi seluruh wilayah lainnya,” jelasnya.

https://uniquepatterns.com

Eks Dirut Pertamina Sebut PT PIS Sempat Untung Saat Dipimpin Yoki Firnandi

Eks Dirut Pertamina Sebut PT PIS Sempat Untung Saat Dipimpin Yoki Firnandi

Eks Dirut Pertamina Sebut PT PIS Sempat Untung Saat Dipimpin Yoki Firnandi (Achmad Al Fiqri)

Mantan Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati, mengakui keuntungan PT Pertamina International Shipping (PIS) sempat melonjak Rp9 triliun saat dipimpin Yoki Firnandi. Hal itu diakui Nicke saat bersaksi dalam sidang lanjutan perkara dugaan korupsi tata kelola minyak dan produk kilang PT Pertamina di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (20/1/2026). 

Mulanya, kuasa hukum Yoki, Wimboyono Senoadji, bertanya pendapatan Pertamina yang meraih Rp70 triliun pada 2024. Hal itu disebut Wimboyono berbanding terbalik dengan dakwaan jaksa yang menyebut kliennya merugikan negara US$ 2,4 miliar atau sekitar Rp 40,6 triliun dengan kurs saat ini Rp16.950 per dolar. 

“Pertamina kan dapat pendapatan, revenue terbesar di tahun 2024 sampai Rp70 triliun. Hal ini kan bertolak belakang dengan dakwaan yang menjerat klien kami akibat dampak operasional dan bisnis Pertamina di tahun 2018-2023, Termasuk area tanggungjawab klien kami, Pak Yoki selaku direktur PIS Sepengtahuan saksi sebagai pemegang saham PIS dan dirut Pertamina, seperti apa PIS di bawah kepemimpinan Pak Yoki?” tanya Wimboyono. 

Merespons itu, Nicke menjelaskan, pembentukan subholding untuk meningkatkan nilai Pertamina dengan mengoptimalkan portofolio bisnis agar lebih lincah dan fokus. Terlebih, Pertamina tidak boleh mengambil keuntungan yang besar dalam menjalankan program public service obligation (PSO).

“Artinya begini, jangan mencari keuntungan dari public service obligation karena ini untuk masyarakat. Oleh karena itu, subholding juga sesuai dengan arahan dari pemegang saham itu diberikan tantangan,” katanya. 

Nicke berkata, PT PIS selama ini melayani rute domestik yang sebagian besar untuk PSO. Dalam menjalankan tugasnya itu, PT PIS tidak boleh mematok harga yang tinggi untuk mengangkut energi yang berkaitan dengan PSO. 

“Tapi PIS perlu berkembang, maka salah satu program dari Kementerian BUMN adalah PIS ini harus masuk ke pasar. Harus IPO itu target. Di dalam Kementerian BUMN, PIS harus masuk IPO,” katanya. 

Tol Sedyatmo Masih Banjir, Akses ke Bandara Soetta Dialihkan

Tol Sedyatmo Masih Banjir, Akses ke Bandara Soetta Dialihkan

Tol Sedyatmo Banjir (foto: TMC Polda Metro Jaya)

Ruas Tol Sedyatmo hingga saat ini masih terdampak banjir. Pengendara diimbau untuk menggunakan jalur alternatif, khususnya bagi pengguna jalan yang menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten.

Saat ini di lapangan telah dioperasikan 10 unit pompa air, dengan rincian enam pompa berada di off ramp Gerbang Tol (GT) Pluit 3 dan empat pompa di off ramp Rawa Bokor, guna mempercepat pengurangan debit air di lokasi terdampak.

Senior Manager Representative Office 2, Ginanjar Bekti, menyampaikan bahwa genangan air mulai berangsur surut. Untuk akses off ramp Rawa Bokor masih terdapat sisa genangan, namun lajur sudah dapat dilintasi. Sementara itu, di off ramp GT Pluit 3 sudah dapat dilalui satu lajur.

“Kami berupaya semaksimal mungkin mempercepat penanganan genangan air dengan mengoptimalkan 10 unit pompa air. Genangan terjadi akibat limpasan air dari kawasan sekitar melalui saluran jalan tol serta tingginya debit air di Kali Perancis. Kami juga terus berkoordinasi dengan kepolisian untuk pengaturan keselamatan lalu lintas pengguna jalan tol,” ujar Ginanjar, Minggu (18/1/2026).

Ginanjar juga mengimbau pengguna jalan agar memanfaatkan jalur lain sebagai alternatif untuk menghindari genangan di ruas Tol Sedyatmo.

Penyintas Ungkap Tindakan Keras China Terhadap Falun Gong, dari Penjara Hitam Hingga Penganiayaan

Penyintas Ungkap Tindakan Keras China Terhadap Falun Gong, dari Penjara Hitam Hingga Penganiayaan

Praktisi Falun Gong di Taiwan. (Foto: Shutterstock)

 China meningkatkan tekanan dan tindakan keras terhadap para penganut Falun Gong, sebuah Gerakan agama baru yang berakar pada meditasi tradisional Tiongkok dan ajaran moral. Falun Gong yang didirikan pada 1990-an dilarang oleh pemerintahan Partai Komunis China (PKC) dan selama bertahun-tahun, para penganutnya telah mengalami penangkapan, interogasi, dan dipenjara.

Tindakan keras ini berdampak besar pada warga China, salah satunya adalah Zhang Wanxia. Pada malam sebelum pernikahannya, tunangan Zhang, Yin Xinxiao, tiba-tiba ditahan dan diinterogasi oleh polisi selama berjam-jam—satu-satunya karena “kejahatan” mempraktikkan Falun Gong, sebuah disiplin spiritual yang berakar pada meditasi tradisional China dan ajaran moral.

Insiden tersebut menjadi pertanda apa yang akan terjadi pada Zhang: bertahun-tahun penganiayaan negara, penyiksaan, dan kerja paksa di bawah PKC, demikian dilansir The Singapore Post, Jumat, (16/1/2026).

Penindasan terhadap Falun Gong secara resmi dimulai pada 20 

Kejati Jakarta Tetapkan 4 Tersangka Baru Korupsi Ekspor LPEI

Kejati Jakarta Tetapkan 4 Tersangka Baru Korupsi Ekspor LPEI

Kejati Jakarta tetapkan 4 tersangka baru korupsi ekspor LPEI

Kejati Jakarta menetapkan empat tersangka baru kasus dugaan korupsi pembiayaan ekspor nasional LPEI periode 2015–2023 dengan kerugian negara mencapai Rp919 miliar. Maka, total tersangka dalam kasus tersebut menjadi delapan orang.

“Hari ini, kami merilis penetapan tersangka perkembangan dari penyidikan LPEI 2015–2023, di mana penyidik Kejati Daerah Khusus Jakarta menetapkan empat tersangka hasil pengembangan dari penyidikan Pembiayaan Ekspor Nasional 2015–2023,” ujar Aspidsus Kejati Jakarta, Nauli Rahim Siregar, Rabu (14/1/2026).

Menurutnya, keempat tersangka baru tersebut masing-masing berinisial AMA selaku Kepala Departemen Divisi Pembiayaan Syariah LPEI tahun 2011–2017, IA selaku Kepala Divisi Pembiayaan Syariah LPEI tahun 2007–2016, GG selaku Kepala Departemen Syariah 1 LPEI tahun 2017–2018, serta KRZ selaku Kepala Departemen Pembiayaan Syariah 2 tahun 2011–2016.

“Peranan masing-masing tersangka tersebut bersama-sama dengan RW membuat kajian tanpa didasari data yang valid, tidak melakukan verifikasi secara layak atas agunan yang telah di-mark up, tidak menerapkan prinsip kehati-hatian, serta tidak melakukan pengikatan jaminan secara patut,” tuturnya.

“Sehingga dicairkan pembiayaan secara melawan hukum kepada PT TI dan PT PAS sebesar sekitar Rp919 miliar,” imbuhnya.

Hakim Ad Hoc Mogok Sidang Nasional, Ini Alasannya

Hakim Ad Hoc Mogok Sidang Nasional, Ini Alasannya

Hakim Ad Hoc Mogok Sidang Nasional, Ini Alasannya (Ilustrasi/Freepik)

 Forum Solidaritas Hakim Ad Hoc (FSHA) Indonesia menyatakan bakal menggelar aksi nasional mogok sidang. Aksi tersebut dimulai pada 12 hingga 21 Januari 2026. 

1. Mogok Sidang

Juru Bicara FSHA Indonesia, Ade Darusalam menyebut, langkah ini merupakan bentuk protes konstitusional yang bermartabat, tanpa mengorbankan kepentingan masyarakat pencari keadilan

“Kami sangat memahami pengadilan adalah tumpuan harapan masyarakat. Karena itu, FSHA memastikan aksi ini tidak merugikan pihak berperkara, melainkan menjadi pengingat bahwa keadilan juga harus ditegakkan bagi para penegak hukumnya,” kata Ade, Minggu (11/1/2026).

Menurut Ade, sebagai simbol solidaritas dan keprihatinan terhadap ketidakadilan yang dirasakan, peserta aksi menggunakan pita hitam yang dikenakan di dada sebelah kiri atau diikatkan pada lengan kiri selama aksi berlangsung.

“Aksi Nasional Mogok Sidang ini diharapkan dapat membuka ruang dialog yang konstruktif antara pemangku kebijakan dan para hakim ad hoc demi terwujudnya sistem peradilan yang berkeadilan, bermartabat, dan berkelanjutan,” ujar Ade.

FSHA menegaskan, seluruh rangkaian aksi mogok sidang tetap dijalankan dengan menjunjung tinggi nilai moral, etika profesi, serta integritas lembaga peradilan.

“Kami berpegang pada prinsip Fiat Justitia Ruat Caelum, atau keadilan harus ditegakkan meskipun langit runtuh. Namun keadilan itu juga harus adil bagi semua, termasuk bagi hakim ad hoc,” tutup Ade.

PP Muhammadiyah: Aliansi Muda Laporkan Pandji Bukan Mandat Persyarikatan

PP Muhammadiyah: Aliansi Muda Laporkan Pandji Bukan Mandat Persyarikatan

PP Muhammadiyah (Foto: Ist)

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah melalui Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) PP Muhammadiyah menegaskan tindakan dan pernyataan yang mengatasnamakan Aliansi Muda Muhammadiyah bukan merupakan sikap resmi maupun mandat dari Persyarikatan Muhammadiyah.

Demikian disampaikan Ketua MPKSDI PP Muhammadiyah, Bachtiar Dwi Kurniawan, melalui laman media sosial @lensamu, dikutip Jumat (9/1/2026).

Pernyataan tersebut disinyalir terkait pelaporan terhadap komika Pandji Pragiwaksono ke polisi dengan mengatasnamakan Aliansi Muda Muhammadiyah. Hal yang dipersoalkan berkaitan dengan materi Pandji Pragiwaksono di acara bertajuk ‘Mens Rea’.

Bachtiar mengatakan, Muhammadiyah sebagai organisasi Islam yang berlandaskan dakwah amar makruf nahi munkar senantiasa menjunjung tinggi prinsip keadaban publik, hukum yang berkeadilan, serta penyelesaian persoalan secara arif dan bijaksana.

“Setiap langkah dan sikap resmi Muhammadiyah hanya dapat disampaikan oleh pimpinan yang memiliki kewenangan sesuai AD/ART Muhammadiyah,” katanya.

Densus 88 Ungkap Pemicu Anak Terpapar Konten Kekerasan

Densus 88 Ungkap Pemicu Anak Terpapar Konten Kekerasan

Ilustrasi kekerasan

Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri mengidentifikasi kondisi psikologis anak yang terpapar konten kekerasan dari grup bernama True Crime Community (TCC). Diungkapkan, faktor psikologis anak yang terganggu menjadi pintu masuk paham kekerasan yang berujung ekstremisme, sebagaimana termuat dalam grup media sosial yang berjejaring secara global itu.

Sejauh ini, ada 70 anak yang diidentifikasi terpapar konten ekstremisme dari TCC. Kepolisian pun telah melakukan penilaian, termasuk mengidentifikasi penyebab paham tersebut mudah diterima anak-anak.

“Bisa diidentifikasi bahwa ada penyebab yang memicu anak-anak bergabung dengan komunitas ini, salah satunya adalah terjadinya perundungan,” kata Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri Kombes Mayndra Eka Wardhana dalam konferensi pers di Bareskrim Polri, Rabu (7/1/2026).

Selain korban perundungan, Mayndra mengatakan rata-rata anak yang terpapar konten TCC adalah mereka yang hidup dalam keluarga tidak harmonis atau telah bercerai. Ditambah pula anak-anak yang tumbuh tanpa orangtua karena meninggal dunia.

“Trauma di dalam keluarga atau kerap menyaksikan kekerasan di rumahnya. Kemudian kurang perhatian, orangtua terlalu sibuk, kurang teman, dan butuh apresiasi,” ujar Mayndra.