Hore! Tarif Jalan Tol Jawa-Sumatra Didiskon 20%, Ini Rute-Jadwalnya

Presiden Joko Widodo dalam Peresmian Jalan Tol Ruas Pekanbaru - Padang, Seksi Pekanbaru - Bangkinang, 4 Januari 2023. (Dok. Hutama Karya)
Foto: Presiden Joko Widodo dalam Peresmian Jalan Tol Ruas Pekanbaru – Padang, Seksi Pekanbaru – Bangkinang, 4 Januari 2023. (Dok. Hutama Karya)

Jalan Tol Trans Sumatra yang dikelola oleh PT Hutama Karya bakal menyambut kenaikan traffic lalu lintas. Direktur Utama PT Hutama Karya Budi Harto memperkirakan bakal ada kenaikan kepadatan lalu lintas sebesar 68% dibandingkan waktu normal.

“Selama arus mudik Lebaran, ruas tol di Sumatra yang paling heboh di antara Bakauheni sampai Palembang karena disana bersambungan dengan Merak Bakauheni,” kata Budi di Kementerian BUMN, Selasa (4/3/2025).

Meski kenaikan dibanding waktu normal tinggi, Ia tidak khawatir karena kepadatan jalan tol Trans Sumatra saat ini masih tergolong tidak padat. Namun, BUMN bakal mengikuti arahan pemerintah untuk memberi diskon tarif tol.

“Kami juga akan memberlakukan potongan tarif yaitu mulai tanggal 24 sampai 27 Maret, dan tanggal 8 dan tanggal 9 April. Potongannya 20%,” sebut Budi.

Potongan tarif tersebut untuk 12 ruas yang sudah beroperasi yakni Tol Bengkulu-Taba Penanjung (17 km), Tol Pekanbaru-Bangkinang (31 km), Tol Bangkinang-XIII Koto Kampar (25 km), Tol Indralaya-Prabumulih (64 km), Tol Indrapura-Kisaran (48 km), dan Tol Indrapura-Tebing Tinggi-Seberlawan-Sinaksak (74 km).

Kemudian Tol Bakauheni-Terbanggi Besar (140 km), Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (189 km), Tol Palembang-Indralaya (22 km), Tol Medan-Binjai (17 km), Tol Pekanbaru-Dumai (132 km), Tol Sigli Banda Aceh Seksi 2-6 (49 km), serta Tol Binjai-Langsa Seksi Binjai-Tanjung Pura (38 km).

“Jumlah ruas ada 12 ruas yang beroperasi, 2 ruas belum bertarif tapi beroperasi, 3 ruas fungsional. Untuk layanan transaksi ada 36 Titik Lokasi Top Up Tunai, 140 Unit Mobile Reader, 288 Unit Gardu Operasi,” kata Budi.

Sedangkan untuk 3 ruas fungsional yakni Palembang-Betung (33,625 Km), lalu Sigli Banda Aceh Seksi I (5.955 Km) serta
Padang-Sicincin (35,9 Km).

Sedangkan tol yang sudah beroperasi namun belum bertarif adalah Binjai-Langsa Seksi 3 (Tanjung Pura-Pangkalan Brandan) sepanjang 18,85 Km serta Bayung Lancir-Tempino (33,6 Km).

Tidak ketinggalan, Jasa Marga juga memberikan diskon tarif tol yang dibagi menjadi 2 bagian yakni arus balik dan arus mudik.

“Hitungan Kementerian Perhubungan diskon tarif tol ini 4 hari, tapi kami rasa bisa 6 hari,” sebut Direktur Utama Jasa Marga Subakti Syukur.

4 hari sebelum Lebaran tanggal 24 sampai dengan 27 Maret 2025 (H-7 s.d. H-4) asal GT Cikatama (Jakarta-Cikampek) menuju GT Kalikangkung (Batang-Semarang).

Kemudian 2 hari setelah Lebaran tanggal 8 sampai dengan 9 April 2025 (H+7, H+8) asal GT Kalikangkung (Batang-Semarang) menuju GT Cikatama (Jakarta-Cikampek).

“Pemberian potongan tarif tol dari Jakarta menuju Semarang dan sebaliknya di ruas tol Transjawa. Besaran potongan tarif tol, yaitu 20 persen untuk semua golongan kendaraan,” kata Subakti Syukur.

Slot88

Harga Gas Murah Industri Berlanjut, ESDM Terbitkan Skema Baru HGBT

First welding pembangunan pipa transmisi gas bumi Cirebon-Semarang (Cisem) Tahap 2 oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Batang, Senin (30/09/2024). (CNBC Indonesia/Firda Dwi Muliawati)
Foto: First welding pembangunan pipa transmisi gas bumi Cirebon-Semarang (Cisem) Tahap 2 oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Batang, Senin (30/09/2024). (CNBC Indonesia/Firda Dwi Muliawati)

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan skema baru Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) bagi tujuh sektor industri dengan total 253 pengguna gas bumi tertentu.

Tujuh sektor industri tersebut meliputi industri pupuk, petrokimia, oleochemical, baja, keramik, kaca, dan sarung tangan karet.

Adapun, keberlanjutan kebijakan HGBT ini disertai dengan terbitnya Keputusan Menteri ESDM Nomor 76.K/MG.01/MEM.M/2025 tentang Perubahan Kedua atas Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 91.K/MG.01/MEM.M/2023 tentang Pengguna Gas Bumi Tertentu yang ditandatangani Menteri ESDM Bahlil Lahadalia pada Rabu, 26 Februari 2025.

“Sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo, HGBT dibedakan berdasarkan pemanfaatan gas bumi sebagai bahan bakar sebesar US$ 7 per MMBTU (million British thermal unit) dan untuk bahan baku sebesar US$ 6,5 per MMBTU,” ungkap Bahlil, dikutip Senin (3/3/2025).

Bahlil menilai penetapan HGBT ini memberikan dampak bagi daya saing industri di dalam negeri dari sebelumnya menerima harga gas bumi tertentu pada kisaran US$ 6,75 – 7,75 per MMBTU. Kebijakan HGBT juga selaras dengan Peraturan Presiden Nomor 121 tahun 2020 tentang Penetapan Harga Gas Bumi untuk lebih mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi.

Melalui kebijakan ini, pemerintah berharap sektor industri bisa lebih kompetitif di pasar global, membuka lapangan kerja baru, serta memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional. Selain itu, kebijakan ini juga diharapkan membuat harga produk di dalam negeri lebih terjangkau bagi masyarakat.

Di samping itu, pemerintah juga berkomitmen penuh menggenjot pemanfaatan gas bumi dalam bauran energi untuk pembangkit tenaga listrik. Kebijakan ini dibarengi dengan pengesahan Keputusan Menteri ESDM Nomor 77.K/MG.01/MEM.M/2025 tentang Pengguna Gas Bumi Tertentu dan Harga Gas Bumi Tertentu di Bidang Penyediaan Tenaga Listrik bagi Kepentingan Umum pada tanggal 26 Februari 2025.

Keputusan perpanjangan penerapan alokasi subsidi gas bagi tujuh subsektor industri disambut baik oleh Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI).

“Penerapan HGBT bagi industri di dalam kawasan industri penting agar meningkatkan daya saing terhadap kawasan-kawasan industri yang ada di negara pesaing di dalam menarik investor,” kata Ketua HKI Sanny Iskandar.

Bantu Stimulus Ekonomi

Bahlil memerinci, pada sektor kelistrikan, kebijakan HGBT bertujuan untuk memastikan pasokan energi dengan harga yang lebih kompetitif. Dengan begitu, tarif listrik bisa tetap stabil bagi masyarakat dan beban subsidi energi bisa berkurang.

Implementasi kebijakan HGBT bahkan membantu mengurangi beban subsidi dan kompensasi listrik yang ditanggung pemerintah. Dari 2020 hingga 2024, penghematan biaya pokok penyediaan (BPP) listrik mencapai triliunan rupiah, dengan puncaknya pada 2022 sebesar Rp 16,06 triliun.

Selain itu, subsidi listrik juga berhasil ditekan, dengan penghematan terbesar sebesar Rp 4,10 triliun di tahun yang sama. Kompensasi listrik juga mengalami penurunan signifikan, mencapai penghematan tertinggi Rp 13,09 triliun.

Secara keseluruhan, kebijakan ini tidak hanya meringankan anggaran negara, tetapi juga meningkatkan efisiensi biaya operasional PLN. Bahkan, di PT PLN Batam, dampak penghematan HGBT pada 2023 tercatat mencapai Rp 844,95 miliar.

Adapun manfaat bagi sektor industri telah memberikan total manfaat ekonomi mencapai Rp 247,26 triliun pada 2020-2023. Dampak paling signifikan terlihat pada peningkatan ekspor sebesar Rp 127,84 triliun dan kenaikan penerimaan pajak Rp 23,30 triliun. Investasi juga tumbuh pesat mencapai Rp91,17 triliun, mencerminkan kepercayaan investor yang semakin kuat.

Selain itu, kebijakan ini membantu efisiensi anggaran dengan mengurangi subsidi pupuk hingga Rp4,94 triliun. Secara keseluruhan, HGBT telah memperkuat industri nasional, meningkatkan ekspor dan investasi, serta mengoptimalkan penerimaan negara.

“Ketentuan harga baru ini akan meningkatkan efisiensi biaya produksi industri dalam negeri serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” tegas Bahlil.

Pada kedua Kepmen HGBT ini terdapat beberapa Pengguna Gas Bumi Tertentu yang tidak lagi dicantumkan sebagai pengguna HGBT dengan pertimbangan telah mendapatkan harga gas di plant gate yang lebih rendah dari US$ 6,5 per MMBTU dan/atau US$ 7 per MMBTU, terdapat ketidakcukupan penerimaan bagian negara serta terdapat Pengguna Gas Bumi Tertentu yang telah berhenti menggunakan gas bumi.

Pemerintah akan terus mengevaluasi pelaksanaan kebijakan ini serta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan implementasi yang optimal dan dapat memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat dan perekonomian nasional.

Slot88

Indonesia Punya “Daun Surga” Kratom yang Diburu Dunia, Ini Khasiatnya

Tanaman Kratom. (AP Photo)
Foto: Tanaman Kratom. (AP Photo)

Tanaman herbal kratom tumbuh subur di Indonesia. Tanaman yang daunnya dijuluki sebagai “daun surga” ini memiliki sejumlah manfaat kesehatan sehingga banyak dicari orang asing. Saking lakunya di luar negeri, Indonesia sudah mengekspor kratom ke sejumlah negara di benua Eropa dan Amerika.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengungkapkan kratom bisa meningkatkan stamina tubuh hingga meredakan depresi.

“(Karatom) ada yang bisa diminum, kalau nggak salah bisa berbentuk sirup,” ungkap Budi saat ditemui usai melepas ekspor perdana kratom di Kawasan Industri Terpadu Indonesia China, Cikarang, Jawa Barat, Jumat (28/2/2025).

Ia menjelaskan bahwa sebagian besar produk kratom memang digunakan sebagai bahan kesehatan.

“Jadi dia bisa diseduh seperti teh, itu kayak semacam untuk vitalitas badan, segala macam,” jelasnya.

Direktur Utama PT Oneject Indonesia, Jahja Tear Tjahjana menyebut bubuk kratom aman dikonsumsi langsung. “Bisa dikonsumsi langsung, karena sudah bebas dari bakteri,” jelas Jahja dalam kesempatan yang sama.


Bubuk “Daun Surga” Kratom Belum Bebas Dijual di RI


Kendati demikian, status perdagangan kratom di dalam negeri masih belum jelas. Mendag Budi mengungkapkan, hingga saat ini belum ada aturan khusus yang mengatur peredaran kratom di pasar domestik.

“Jadi belum ada peraturan yang terkait dengan perdagangan di dalam negeri. Ini kan kebanyakan untuk ekspor semua,” ujar Budi.

Hal ini berarti, meskipun kratom sudah mendapat izin ekspor berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 20 dan 21 Tahun 2024, tidak serta-merta produk ini bisa dijual bebas di dalam negeri.

Perlu diketahui, kratom sebelumnya sempat masuk dalam daftar narkotika golongan 1, yang berarti peredarannya sangat dibatasi. Namun, setelah melalui berbagai kajian dan pertimbangan pemerintah, statusnya kini berubah.

“Ya sekarang sudah nggak ada masalah. Waktu itu kan sudah disepakati. Akhirnya dikeluarkan Permendag dan sudah diperbolehkan untuk ekspor,” jelasnya.

Saldo Rekening YouTuber Terkaya Dunia MrBeast Ternyata Cuma Segini

Mr. Beast
Foto: Mr. Beast

Jimmy Donaldson alias ‘MrBeast’ merupakan YouTuber dengan pengikut (subscriber) terbanyak di dunia, mencapai 366 juta. Sejak memulai karir sebagai kreator konten pada 2012 silam, MrBeast sudah mengunggah 844 video di channel YouTube-nya.

Pria 26 tahun tersebut berhasil menanjak ke puncak kesuksesan dengan membuat video-video sensasional. Mulai dari eksperimen tinggal di Piramida selama 100 jam, hingga membuat kontes yang melibatkan 50 YouTubers untuk memperebutkan uang US$1 juta atau setara Rp16,5 miliar.

Nama MrBeast juga menjadi sorotan media arus utama. Forbes mencatat kekayaan MrBeast mencapai US$85 juta (Rp1,4 triliun) pada Oktober 2024.

Angka itu melejit cepat di 2025. Menurut laporan Celebrity Net Worth, kekayaan MrBeast sudah mencapai angka US$1 miliar (Rp16,5 triliun) di tahun ini, dikutip dari BoredPanda, Jumat (28/2/2025).

Tak seperti kreator konten lainnya, Donaldson juga dikenal lumayan blak-blakan mengumbar penghasilannya dari YouTube. Ia mengatakan bisa menghasilkan sekitar US$600-700 juta (Rp9,9-11,6 triliun) per tahun.

Kendati demikian, MrBeast belum merasa dirinya sudah menjadi orang kaya. Ia mengatakan mungkin di masa depan dia akan jadi orang kaya, tetapi saat ini belum mencapai posisi tersebut.

“Saya tidak naif. Mungkin suatu saat [jadi orang kaya]. Namun untuk sekarang, berapa pun penghasilan saya, saya investasikan lagi,” kata MrBeast kepada Time Magazine.

Bahkan, MrBeast tak segan membeberkan berapa uang di saldo rekeningnya, saat berbicara di podcast ‘The Diary of CEO’. Dari pengakuannya, jumlah tersebut tak bisa membawa MrBeast menjadi seorang ‘jutawan’.

Ketika ditanya apakah ia merupakan seorang milyarder, MrBeast membantah hal tersebut jika dilihat dari saldo rekeningnya.

“Di atas kertas benar [miliarder]. Namun, di akun bank saya, uang yang ada kurang dari US$1 juta (Rp16,5 miliar),” ia menuturkan.

Menurut Donaldson, semua uang yang ia hasilkan dari YouTube disalurkan ke bisnis lainnya, bukan ke rekening bank. Bahkan, ia mengklaim tak memiliki akses ke uangnya sendiri, meski berada di saldo rekening pribadinya.

“Saya tak memiliki akses ke semua akun bank saya. Saya memiliki Chief Financial Officer (CFO),” ia menjelaskan.

Laris Manis, Penjualan Produk FMCG Tembus Rp75 T di E-Commerce

Co-Founder & CEO PT Telunjuk Komputasi Indonesia, Hanindia Narendrata menyampaikan paparan dalam CNBC Indonesia Epic Awards di Jakarta, Kamis (27/2/2025). (CNBC Indonesia/Tias Budiarto)
Foto: Co-Founder & CEO PT Telunjuk Komputasi Indonesia, Hanindia Narendrata menyampaikan paparan dalam CNBC Indonesia Epic Awards di Jakarta, Kamis (27/2/2025). (CNBC Indonesia/Tias Budiarto)

Di tengah kondisi ekonomi yang dipenuhi ketidakpastian, Compas.co.id menemukan fakta bahwa penjualan produk FMCG di e-commerce terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Artinya, ini merupakan momentum yang tepat bagi brand Fast Moving Consumer Good (FMCG) untuk terjun ke e-commerce.

“Dari tahun 2022 sampai 2024 kemarin naik. Kalau kita lihat 2022 ke 2023 itu naik 11,19%, dan dari 2023 ke 2024 itu naiknya sekitar 34%. Jadi kalau hitung-hitung, 2022 ke 2024 itu naiknya bisa sampai hampir 50% gitu, dari sekitar Rp 50 triliunan sampai ke Rp 75 triliunan. Jadi saya rasa ini perkembangannya belum akan berhenti ya, kita harapkan demikian, dan ini merupakan peluang bagi brand FMCG untuk memasukkan produk-produknya di e-commerce,” ujar Co-Founder & CEO Compas.co.id, Hanindia Narendrata dalam EPIC Awards 2025, Kamis (27/2/2025).

Dia melanjutkan, faktor utama yang memacu perkembangan e-commerce ini jelas, yaitu perkembangan teknologi yang sangat pesat. Sebab, saat ini sudah ada teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang berpotensi mendorong pertumbuhan di e-commerce itu sendiri.

“AI ini memang membuat teknologi itu semakin berkembang ya, kita mudah sekali belajar lewat AI gitu kan, jadi dari sisi aspek teknologi dia mempercepat, dan dari sisi yang lain juga ada, contohnya kayak teknologi automation gitu, automation itu juga sangat berpengaruh di marketplace, bagaimana ketika ada yang memesan barang, sistem kita bekerja secara otomatis,” jelasnya.

Di sisi lain, ada empat kategori produk FMCG yang mencatatkan pertumbuhan penjualan yang mengesankan. Di antaranya adalah perawatan kecantikan, makanan minuman, kesehatan, serta ibu dan bayi. Sebagai contoh, produk terkait perawatan kecantikan mengalami kenaikan hingga 34% pada 2024 dibandingkan periode yang lalu. Bahkan, penjualan produk perlengkapan ibu dan bayi mampu melesat hingga 61%.

Terlepas dari itu, media sosial juga berperan penting dalam penjualan produk. Ini mengingat, banyak konten kreator maupun KOL yang menjual barang-barang dari brand melalui konten yang menarik, termasuk live shopping.

“Jadi ini fenomena yang luar biasa dan cepat sekali di 2024, itu perkembangan teknologinya,” tandasnya.

Slot Dana

Top! Dua Terminal PET Sukses Raih Proper Hijau Lewat Program Ini

Pertamina Energy Terminal
Foto: dok Pertamina Energy Terminal

Dua terminal energi yang dikelola oleh PT Pertamina Energy Terminal (PET), anak usaha Sub Holding Integrated Marine Logistic PT Pertamina International Shipping (PIS), meraih penghargaan PROPER Hijau 2024 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Penghargaan ini menjadi bukti komitmen PET dalam menerapkan standar keberlanjutan yang tinggi dalam operasionalnya.

PROPER Hijau diberikan setiap tahunnya kepada perusahaan yang berhasil melampaui standar dasar dalam pengelolaan lingkungan dan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Perusahaan penerima penghargaan ini menunjukkan inovasi dalam sistem manajemen lingkungan, pengolahan limbah, efisiensi energi, konservasi lingkungan, serta penurunan beban pencemaran dan emisi.

Kedua terminal yang meraih penghargaan ini adalah Terminal LPG Tanjung Sekong dan Fuel Terminal (FT) BBM Baubau.

Terminal LPG Tanjung Sekong, yang menyuplai sebanyak 40% Kebutuhan Nasional LPG nasional, berhasil mempertahankan predikat PROPER Hijau berkat program unggulannya dalam konservasi keanekaragaman hayati (Kehati). Program ini berfokus pada upaya pelestarian badak bercula satu di Taman Nasional Ujung Kulon, sebagai bagian dari kontribusi dalam menjaga kelestarian spesies endemik Indonesia.

Direktur PET Bayu Prostiyono menegaskan bahwa penghargaan PROPER Hijau menjadi motivasi bagi PET untuk terus berinovasi dalam menciptakan program keberlanjutan yang memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.

“Kami berkomitmen untuk menjalankan operasional yang ramah lingkungan serta terus berupaya menciptakan dampak positif bagi masyarakat melalui berbagai program keberlanjutan,” ujarnya dikutip Rabu (26/2/2025).

Sementara itu, Fuel Terminal (FT) BBM Baubau, yang mulai beroperasi pada 2012 dan dikelola PET sejak 2021, merupakan terminalbackbonedi wilayah Sulawesi. Pada tahun ini, FT Baubau untuk pertama kalinya meraih penghargaan PROPER Hijau, yang didukung oleh berbagai inisiatif berkelanjutan.

Program yang berkontribusi dalam pencapaian ini adalah pengembangan aplikasi Panic Button, serta program pemberdayaan masyarakat melalui UMKM Oolahan Ikan Katapayi Sulaa Mandiri, yang berperan dalam meningkatkan perekonomian komunitas lokal.

Bayu menyebut keberhasilan PET dan PIS dalam memperoleh penghargaan ini menegaskan peran perusahaan dalam mendorong praktik bisnis yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dan komunitas sekitar.

“Penghargaan ini bukan hanya pencapaian, tetapi juga menjadi dorongan bagi kami untuk terus meningkatkan standar keberlanjutan dalam setiap aspek operasional. Kami percaya bahwa bisnis yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dan sosial akan menciptakan nilai jangka panjang, tidak hanya bagi perusahaan, tetapi juga bagi masyarakat dan ekosistem di sekitar kami. Komitmen ini akan terus kami jalankan sebagai bagian dari kontribusi nyata PET dan PIS dalam mendukung pembangunan berkelanjutan,” tutup Bayu.

Ini Peran 7 Tersangka Kasus Tata Kelola Minyak Mentah

FILE PHOTO: Oil pours out of a spout from Edwin Drake's original 1859 well that launched the modern petroleum industry at the Drake Well Museum and Park in Titusville, Pennsylvania U.S., October 5, 2017. REUTERS/Brendan McDermid/File Photo
Foto: Ilustrasi: Minyak mengalir keluar dari semburan dari sumur 1859 asli Edwin Drake yang meluncurkan industri perminyakan modern di Museum dan Taman Drake Well di Titusville, Pennsylvania AS, 5 Oktober 2017. REUTERS / Brendan McDermid / File Foto

Kejaksaan Agung (Kejagung) baru saja menetapkan tujuh orang sebagai tersangka dalam kasus tindak pidana korupsi terkait tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada PT Pertamina (Persero), Sub Holding, serta Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) pada periode 2018-2023.

Penetapan tersangka ini dilakukan setelah penyidik dan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung melakukan pemeriksaan terhadap sedikitnya 96 saksi dan dua orang ahli.

Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Abdul Qohar meperinci ketujuh orang tersangka tersebut. Tiga berasal dari pihak swasta, yakni MKAR selaku Beneficial Owner PT Navigator Khatulistiwa, DW selaku Komisaris PT Navigator Khatulistiwa dan Komisaris PT Jenggala Maritim, GRJ selaku Komisaris PT Jenggala Maritim dan Direktur Utama PT Orbit Terminal Merak.

Sementara itu, empat orang merupakan pegawai Pertamina. Masing-masing RS selaku Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, SDS selaku Direktur Optimasi Feedstock dan Produk PT Kilang Pertamina Internasional, YF selaku Direktur Utama PT Pertamina International Shipping, dan AP selaku VP Feedstock Management PT Kilang Pertamina Internasional.

Qohar menjelaskan kasus ini bermula pada tahun 2018 ketika Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menerbitkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 42 Tahun 2018 tentang Prioritas Pemanfaatan Minyak Bumi untuk Pemenuhan Kebutuhan Dalam Negeri.

Aturan tersebut mewajibkan PT Pertamina mengutamakan minyak mentah hasil produksi dalam negeri untuk kemudian diolah di kilang perusahaan sebelum melakukan impor. Selain itu, KKKS swasta juga diwajibkan menawarkan bagian minyak mentahnya kepada Pertamina sebelum melakukan ekspor.

Namun, berdasarkan fakta penyidikan, Tersangka RS, Tersangka SDS, dan Tersangka AP melakukan pengkondisian dalam Rapat Optimasi Hilir (OH) yang dijadikan dasar untuk menurunkan readiness/produksi kilang. Sehingga produksi minyak bumi dalam negeri tidak terserap sepenuhnya dan akhirnya pemenuhan minyak mentah maupun produk kilang diperoleh dari impor.

Pada saat produksi kilang minyak sengaja diturunkan, produksi minyak mentah dalam negeri milik KKKS sengaja ditolak dengan berbagai alasan. Pertama, produksi minyak mentah oleh KKKS tidak memenuhi nilai keekonomian, padahal harga yang ditawarkan oleh KKKS masih masuk range harga HBS.

Kedua, produksi minyak mentah KKKS dilakukan penolakan dengan alasan spesifikasi tidak sesuai dengan spek. Namun faktanya minyak mentah bagian negara masih sesuai dengan spek kilang dan dapat diolah atau dihilangkan kadar merkuri atau sulfurnya.

Kemudian saat produksi minyak mentah dalam negeri oleh KKKS ditolak dengan berbagai alasan, maka menjadi dasar minyak mentah Indonesia dilakukan penjualan keluar negeri (ekspor). Adapun, untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, PT Kilang Pertamina Internasional melakukan impor minyak mentah dan PT Pertamina Patra Niaga melakukan impor produk kilang.

Sementara itu, untuk kegiatan pengadaan impor minyak mentah oleh PT Kilang Pertamina Internasional dan produk kilang oleh PT Pertamina Patra Niaga diperoleh fakta adanya permufakatan jahat (mens rea).

Pemufakatan jahat tersebut dilakukan antara Penyelenggara Negara (Tersangka SDS, Tersangka AP, Tersangka RS, dan Tersangka YF) bersama DMUT/Broker (Tersangka MK, Tersangka DW, dan Tersangka GRJ) sebelum tender dilaksanakan dengan kesepakatan harga yang sudah diatur yang bertujuan mendapatkan keuntungan secara melawan hukum dan merugikan keuangan negara.

“Tersangka RS, Tersangka SDS dan Tersangka AP memenangkan DMUT/Broker minyak mentah dan produk kilang secara melawan hukum,” ujarnya.

Selanjutnya, tersangka DM dan Tersangka GRJ melakukan komunikasi dengan Tersangka AP untuk dapat memperoleh harga tinggi (spot) pada saat syarat belum terpenuhi dan mendapatkan persetujuan dari Tersangka SDS untuk impor minyak mentah dari Tersangka RS untuk impor produk kilang.

Adapun, dalam pengadaan produk kilang oleh PT Pertamina Patra Niaga, Tersangka RS melakukan pembelian (pembayaran) untuk Ron 92, padahal sebenarnya hanya membeli Ron 90 atau lebih rendah kemudian dilakukan blending di Storage/Depo untuk menjadi Ron 92 dan hal tersebut tidak diperbolehkan.

Pada saat telah dilakukan pengadaan impor minyak mentah dan impor produk kilang, diperoleh fakta adanya mark up kontrak shipping (pengiriman) yang dilakukan oleh Tersangka YF selaku Direktur Utama PT Pertamina International Shipping sehingga negara mengeluarkan fee sebesar 13% hingga 15% secara melawan hukum sehingga Tersangka MKAR mendapatkan keuntungan dari transaksi tersebut.

Pada saat kebutuhan minyak dalam negeri mayoritas diperoleh dari produk impor secara melawan hukum, maka komponen harga dasar yang dijadikan acuan untuk penetapan HIP (Harga Index Pasar) Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk dijual kepada masyarakat menjadi mahal/tinggi sehingga dijadikan dasar pemberian kompensasi maupun subsidi BBM setiap tahun dari APBN.

Akibat adanya beberapa perbuatan melawan hukum tersebut, telah mengakibatkan adanya kerugian negara sekitar Rp 193,7 triliun, yang bersumber dari komponen sebagai berikut:

1. Kerugian Ekspor Minyak Mentah Dalam Negeri sekitar Rp35 triliun.

2. Kerugian Impor Minyak Mentah melalui DMUT/Broker sekitar Rp2,7 triliun.

3. Kerugian Impor BBM melalui DMUT/Broker sekitar Rp9 triliun.

4. Kerugian Pemberian Kompensasi (2023) sekitar Rp126 triliun.

5. Kerugian Pemberian Subsidi (2023) sekitar Rp21 triliun.

Daun Ini Dibuang-buang di RI, Ternyata Diburu Jepang – Belanda

Daun jeruk. (Ye Aung Thu / AFP)
Foto: Daun jeruk. (Ye Aung Thu / AFP)

Di balik harum dan segarnya kuliner Asia, ada satu bahan yang diam-diam memainkan peran besar: daun jeruk asal Indonesia. Dari rendang hingga tom yum, daun jeruk menjadi bumbu penting yang permintaannya stabil di pasar internasional. Tapi di tengah dominasi Indonesia sebagai pemasok utama, ekspor daun jeruk justru mengalami tren penurunan dalam beberapa tahun terakhir.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, ekspor daun jeruk Indonesia pada 2024 sebesar US$3,26 juta atau sekitar Rp 53 miliar (US$1=16.270), turun dari US$4,10 juta pada 2023 dan jauh dari puncaknya di US$4,78 juta pada 2019.

Meski angka ini menunjukkan penurunan, tidak berarti permintaan menurun drastis. Sebaliknya, tren ini lebih mencerminkan dampak pandemi terhadap rantai pasok global serta disrupsi logistik yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

Yang menarik, ekspor daun jeruk RI tetap didominasi oleh Malaysia dan Jepang, dengan nilai masing-masing US$913,32 ribu dan US$680,75 ribu pada 2024. Negara-negara lain seperti Iran, India, dan Belanda juga masih menjadi pasar ekspor, meski dengan volume yang lebih kecil.

Malaysia tetap menjadi importir terbesar daun jeruk RI, didorong oleh kebutuhan industri kuliner dan makanan olahan. Kedekatan geografis juga membuat Indonesia menjadi pemasok utama bagi Malaysia, dengan biaya pengiriman yang lebih rendah dibandingkan negara lain.

Jepang, di sisi lain, memiliki karakteristik pasar yang berbeda. Permintaan daun jeruk di Negeri Sakura lebih didorong oleh industri makanan sehat, farmasi, serta produk berbasis herbal seperti teh dan minyak esensial. Jepang dikenal memiliki standar kualitas tinggi, dan produk daun jeruk Indonesia masih menjadi pilihan utama di pasar ini.

Fakta bahwa Malaysia dan Jepang tetap menjadi pelanggan setia menunjukkan bahwa daun jeruk RI masih memiliki daya saing kuat. Tidak ada indikasi bahwa pasar melemah, hanya bahwa pola permintaan dan kondisi ekspor masih dalam fase penyesuaian pasca-pandemi.

Jika melihat tren lima tahun terakhir, ekspor daun jeruk Indonesia memang mengalami fluktuasi. Namun, tidak ada tanda-tanda pelemahan permanen dalam permintaan. Turunnya ekspor dari US$4,78 juta pada 2019 ke US$3,26 juta di 2024 kemungkinan besar lebih disebabkan oleh beberapa faktor seperti Pandemi, dan faktor cuaca.

Pandemi menyebabkan gangguan distribusi dan pengiriman global. Beberapa negara tujuan memberlakukan pembatasan impor lebih ketat, sementara biaya logistik melonjak. Adanya persaingan dari negara lain seperti Thailand dan Vietnam mulai memasok daun jeruk ke pasar global dengan harga kompetitif juga memengaruhi nilai ekspor daun jeruk RI.

Lalu, negara seperti Jepang dan Uni Eropa memiliki standar tinggi terkait residu pestisida dan kualitas produk, membuat eksportir harus memenuhi persyaratan ketat.

Produksi daun jeruk yang bergantung pada musim dan kondisi cuaca turut mempengaruhi pasokan yang bisa diekspor.

Jika tren ini terus berlanjut, Indonesia berisiko kehilangan pangsa pasar daun jeruk di kancah global. Untuk membalikkan keadaan, diperlukan strategi peningkatan kualitas, efisiensi rantai pasok, serta diversifikasi pasar ekspor agar tidak bergantung pada segelintir negara pembeli.

Saat ini, ekspor daun jeruk masih cukup besar di Asia, tetapi apakah Indonesia bisa mempertahankan dominasinya di pasar global? Ataukah ini tanda bahwa industri daun jeruk RI perlu berbenah?

Nasib Batu Bara Semakin Suram, China dan Perang Dagang Jadi Sorotan

Pekerja melakukan bongkar muat batubara di Terminal Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (6/1/2022). Pemerintah memutuskan untuk menyetop ekspor batu bara pada 1–31 Januari 2022 guna menjamin terpenuhinya pasokan komoditas tersebut untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) milik PLN dan independent power producer (IPP) dalam negeri. Kurangnya pasokan batubara dalam negeri ini akan berdampak kepada lebih dari 10 juta pelanggan PLN, mulai dari masyarakat umum hingga industri, di wilayah Jawa, Madura, Bali (Jamali) dan non-Jamali. (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)
Foto: Pekerja melakukan bongkar muat batubara di Terminal Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (6/1/2022). (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Harga batu bara mengalami tekanan sepanjang pekan ini akibat penurunan permintaan dari China serta ketegangan perdagangan global yang mempengaruhi arus ekspor. Meski sempat mengalami rebound, tren bearish masih membayangi pasar energi fosil ini.

Mengacu pada data Refinitiv, harga batu bara pada perdagangan Jumat tercatat berada di US$102.75 turun dari perdagangan pada Kamis (20/2/2025) yang tercatat di US$106,2 per ton, turun 1,12% dibandingkan hari sebelumnya. Sementara itu, pada 19 Februari 2025, harga batu bara sempat naik ke US$107,4 per ton atau menguat 2,8% dari posisi US$104,6 per ton sehari sebelumnya.

Tekanan terbesar datang dari China yang terus menekan harga batu bara dengan rekor produksi domestik dan impor tinggi. Analis memperkirakan bahwa penurunan permintaan dari China akan berlangsung selama beberapa bulan ke depan, menambah tekanan bagi pasar global.

Raksasa tambang Glencore Plc dilaporkan mempertimbangkan pemangkasan produksi akibat harga batu bara yang mendekati level terendah dalam satu dekade. Di sisi lain, Mongolia berencana meningkatkan ekspor batu baranya ke China sebesar 20% tahun ini, yang berpotensi menekan pangsa pasar Australia.

“Batu bara termal bisa menguji level terendah baru dalam jangka pendek,” kata Li Xuegang dari China Coal Transportation and Distribution Association.

Ketegangan AS-China Ubah Peta Perdagangan Batu Bara

Perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China turut memengaruhi pasar batu bara. Ketegangan tarif membuat China mencari alternatif batu bara bebas tarif, sementara AS mulai mengalihkan ekspor batu baranya ke India. Tahun lalu, ekspor batu bara kokas AS ke China naik 33% mencapai US$1,84 miliar, tetapi dengan tarif yang lebih tinggi, arus perdagangan diperkirakan akan bergeser.

Sejumlah negara seperti Kanada dan Australia berpotensi menjadi penerima manfaat dari perang dagang ini, menggantikan ekspor batu bara AS ke China. Australia yang sebelumnya kehilangan pangsa pasar akibat ketegangan dengan China kini berpotensi kembali menjadi pemasok utama.

Stok Melimpah, Prospek Batu Bara Masih Suram

Dari sisi pasokan, China berencana meningkatkan produksi batu bara hingga 1,5% menjadi 4,82 miliar ton pada 2025 setelah pencapaian rekor pada 2024. Selain itu, Vietnam juga telah menetapkan strategi transisi dari batu bara ke energi bersih, yang dapat semakin menekan permintaan global.

Meskipun ada potensi pemangkasan produksi oleh Glencore dan tekanan dari ketegangan geopolitik, stok yang melimpah serta tren transisi energi di berbagai negara masih menjadi faktor utama yang membebani harga batu bara.

Para pelaku pasar akan terus mencermati kebijakan China, dinamika perang dagang AS-China, serta kebijakan energi di berbagai negara untuk melihat bagaimana arah harga batu bara dalam beberapa bulan ke depan.