Bianca Jones, seorang remaja asal Australia berusia 19 tahun, menjadi korban keempat yang meninggal dunia dalam dugaan kasus keracunan massal di Laos. Keluarganya mengonfirmasi kabar duka tersebut pada Kamis (21/11/2024), hanya beberapa jam setelah Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) mengumumkan kematian seorang pria Amerika di kota wisata Vang Vieng.
Sebelumnya, dua wanita asal Denmark berusia 19 dan 20 tahun juga dilaporkan meninggal pekan lalu di lokasi yang sama. Selain itu, Holly Bowles, teman Jones, dan seorang wanita asal Inggris dilaporkan masih berada dalam kondisi kritis dan menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Hingga kini, pihak kepolisian Laos masih menyelidiki penyebab pasti kematian para korban. Namun, laporan dari media dan kesaksian wisatawan lainnya menunjukkan kemungkinan adanya konsumsi minuman yang terkontaminasi metanol, zat beracun yang sering ditemukan dalam minuman keras ilegal.
Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga Jones.
“Pikiran pertama kami adalah untuk keluarga dan teman-temannya yang mengalami kehilangan yang sangat menyakitkan,” kata Albanese, dilansir BBC.
“Ini adalah ketakutan terbesar bagi setiap orang tua, mimpi buruk yang tidak seharusnya dialami siapapun.”
Sementara itu, Departemen Luar Negeri AS mengatakan pihaknya sedang memantau situasi terkait korban asal Amerika. Namun, keputusan akhir mengenai penyebab kematian diserahkan kepada otoritas lokal Laos.
Pemerintah Australia dan Inggris telah mengeluarkan peringatan kepada warganya yang bepergian ke Laos untuk berhati-hati terhadap risiko keracunan metanol. Konsumsi alkohol ilegal di Laos diketahui menjadi salah satu faktor risiko yang mengancam keselamatan wisatawan.
Kasus ini menjadi sorotan internasional karena menyoroti bahaya yang masih mengintai wisatawan di kawasan Asia Tenggara, khususnya terkait konsumsi minuman keras yang tidak terjamin keamanannya.
Direktur Utama Easycash Nucky Poedjiardjo Djatmiko mengatakan, evaluasi kebijakan suku bunga sangat relevan untuk dilakukan OJK mengingat dinamika inklusi keuangan di masyarakat. Pemerintah dinilai perlu mempertimbangkan kinerja pelaku industri pinjaman daring, perlindungan konsumen dari praktik pinjol ilegal, serta kondisi makroekonomi yang terpengaruh aspek geopolitik kawasan.
“Kami mengapresiasi langkah OJK dalam mengevaluasi batas suku bunga yang seimbang dan mendukung keberlanjutan industri. Harapan kami, kebijakan acuan suku bunga sebesar 0,3% per hari dapat dipertahankan pada tahun 2025 mendatang,” jelas Nucky dalam keterangan resmi, Kamis, (21/11/2024).
Dengan dipertahankannya suku bunga harian ini, ia menilai aksesibilitas serta likuiditas pinjaman untuk masyarakat unbanked dan underbanked akan lebih terjaga.
Sebagai gambaran, berdasarkan data Bank Dunia per tahun 2021, segmen masyarakat unbanked dan underbanked di Indonesia, termasuk pemilik UMKM di Indonesia mencapai 48% dari populasi. Selain itu, segmen ini memiliki kontribusi sekitar 60% dari pendapatan domestik bruto (PDB) Indonesia. Meskipun demikian, terdapat kesenjangan pendanaan bagi UMKM yang mencapai sekitar 234 miliar dolar AS.
“Untuk dapat melayani segmen ini, diperlukan nilai manfaat ekonomi yang sehat dan stabil bagi pemberi dana, serta ruang bertumbuh bagi platform Pindar untuk meningkatkan inovasi layanan agar tingkat inklusi keuangan dapat terus bertumbuh dan menjangkau berbagai demografi masyarakat yang membutuhkan,” tambah Nucky.
Lebih jauh, fenomena banyaknya pengguna pinjaman daring yang berasal dari segmen unbanked dan underbanked, profil risiko dari calon penerima dana yang dianalisa oleh platform Pindar pada umumnya relatif lebih tinggi dari profil risiko konsumen produk keuangan konvensional. Melihat realita tersebut, penurunan batas manfaat ekonomi di bawah 0,3% akan berpengaruh pada ketahanan platform Pindar terhadap tingkat risiko dari profil peminjam.
Hal ini dikhawatirkan dapat berdampak pada kemampuan industri Pindar untuk melayani kebutuhan pendanaan dari berbagai lapisan masyarakat terutama segmen unbanked dan underbanked.
Sebagaiman diketahui, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan menurunkan suku bunga pinjaman fintech peer to peer(P2P) lending untuk pembiayaan konsumtif menjadi 0,2% pada 2025. Meski demikian, wacana ini masih dalam proses pertimbangan.
Diketahui, Surat Edaran (SE) OJK 19/SEOJK.06/ 2023 menetapkan bahwa besaran bunga peer to peer lending (P2P) kini diatur OJK. Untuk pinjaman online (Pinjol) konsumtif, batasan ini untuk tenor pendanaan jangka pendek kurang dari 1 tahun, yaitu sebesar 0,3% per hari kalender dari nilai pendanaan yang tercantum dalam perjanjian pendanaan, yang berlaku selama satu tahun sejak 1 Januari 2024.
Di tahun berikutnya, akan mengecil menjadi 0,2% per hari kalender dari nilai pendanaan yang tercantum dalam perjanjian pendanaan, yang berlaku selama satu tahun sejak 1 Januari 2025. Lalu akan menjadi sebesar 0,1% per hari kalender dari nilai pendanaan yang tercantum dalam perjanjian pendanaan, yang berlaku sejak 1 Januari 2026.
Menurut Hashim, dari 577 juta ton tersebut, 30 juta ton sudah dibeli oleh pemerintah Norwegia. Sementara pemerintah Uni Emirat Arab (UEA), termasuk Abu Dhabi dan Dubai, menunjukkan minat besar untuk membeli lebih dari separuh, sekitar 287 juta ton.
“UEA, Abu Dhabi, Dubai, dan lain-lain. Mereka menawarkan, mereka mau beli lebih dari separuh, 287 juta kalau tidak salah,” kata Hashim kepada CNBC Indonesia, Selasa (19/11/2024).
Hashim menilai potensi besar ini tidak hanya menjadi langkah penting dalam upaya mitigasi perubahan iklim, akan tetapi juga menjadi sumber pendapatan negara yang signifikan.
“Ini suatu kemajuan, suatu aset baru. Pemerintah Indonesia bisa dapat penerimaan negara yang luar biasa dari karbon dan saya dengar dalam beberapa bulan ini akan tambahan 600 juta lagi,” ujarnya.
Hashim membeberkan dari kredit karbon ini, pemerintah Indonesia berpeluang mendapatkan penerimaan negara yang luar biasa. Setidaknya, jika 1 ton karbon bernilai minimal US$ 10, maka Indonesia bisa meraup lebih dari US$ 10 miliar pada tahun depan.
“So kita bisa dapat, ya saya kira bisa dapat dengan negosiasi, kita bisa dapat lebih dari 10 miliar dolar, mungkin tahun depan, dari penerimaan, dari penjualan kredit karbon,” kata Hashim.
Ini menjadi kemenangan perdana untuk Denmark dalam sejarah penyelenggaraan Miss Universe. Terlepas dari hal itu, ternyata ada beberapa negara yang langganan menjadi pemenang kontes Miss Universe.
Indonesia sendiri sudah mengikuti ajang ini sejak tahun 1992. Meski demikian, Indonesia tercatat baru 19 kali berpartisipasi karena ada beberapa tahun yang absen.
Lantas, negara mana yang telah meraih gelar Miss Universe terbanyak sepanjang masa? Berikut daftarnya menurut catatan World Population Review.
Amerika Serikat
Amerika Serikat dan Venezuela disebutkan hampir imbang sebagai negara dengan pemenang Miss Universe terbanyak.
Amerika Serikat (AS) menempati posisi teratas negara peraih gelar Miss Universe terbanyak dunia yaitu 9 gelar. Sedangkan, Venezuela adalah posisi kedua negara peraih gelar Miss Universe terbanyak dunia yaitu sebanyak 7 gelar.
Amerika Serikat telah memenangkan gelar tersebut sejak 1954. Miss Universe pertama untuk Amerika jatuh ke tangan Miriam Stevenson. Delapan pemenang lainnya adalah sebagai berikut:
1956 – Karol Morris
1960 – Linda Bement
1967 – Sylvia Louise Hitchcock
1980 – Shawn Weatherly
1995 – Chelsea Smith
1997 – Brook Lee
2012 – Olivia Culpo
2022 – R’Bonney Gabriel
Venezuela
Kontestan dari Venezuela juga sering memenangkan kontes ini dengan tujuh gelar Miss Universe. Venezuela juga rumah bagi delapan gelar Miss International, enam gelar Miss World, dan dua Miss Earths.
Kategori ratu kecantikan di Venezuela, dalam obrolan sehari-hari, bahkan disebut sebagai ekspor terbesar negara itu. Tujuh pemenang Miss Universe dari Venezuela adalah:
1979 – Maritza Savalero
1981 – Irene Saez
1986 – Barbara Palacios
1996 – Alicia Machado
2008 – Dayana Mendoza
2009 – Stefania Fernandez
2013 – Gabriela Isler
Puerto Rico
Runner up untuk gelar Miss Universe terbanyak adalah Puerto Rico dan Filipina. Kontes Miss Universe telah ada sejak 1952, dan dalam 20 tahun, Puerto Rico menjadi tuan rumah kontes tersebut untuk pertama kalinya. Ini akan menjadi pertama kalinya negara Amerika Latin menjadi tuan rumah Miss Universe. Puerto Rico memenangkan Miss Universe sebanyak lima kali.
1970 – Marisol Malaret
1985 – Deborah Carthy-Deu
1993 – Dayanara Torres
2001 – Denise M. Quinones
2006 – Zuleyka Rivera
Filipina
Filipina telah memenangkan empat kali Miss Universe, dan juga memenangkan Miss Earth empat kali. Ada juga enam warga Filipina yang menjuarai Miss International, dan Filipina pernah satu kali menjuarai Miss World.
1969 – Gloria Diaz
1973 – Margarita Moran
2015 – Pia Wurtzbach
2018 – Catriona Grey
Sementara itu, Swedia, Afrika Selatan, Meksiko, dan India, dalam posisi imbang karena memiliki tiga pemenang Miss Universe.
Pertumbuhan ini diproyeksi akan didukung oleh ekonomi digital melalui pesatnya inovasi perusahaan telekomunikasi dan teknologi, hingga ventura, yang mendukung tumbuhnya perusahaan rintisan-rintisan baru. Bukan hanya di tingkat global saja, di Indonesia ekonomi digital dan inovasi teknologi diprediksi akan menjadi salah satu penggerak utama ekonomi Indonesia.
Untuk itu, dibutuhkan kolaborasi yang kuat antar stakeholder untuk menciptakan inovasi serta terobosan baru yang dapat memperkuat ekonomi digital tanah air. Hal ini mengacu pada riset World Economic Forum yang menyebut kolaborasi dapat membantu korporasi dalam memasuki pasar baru, sementara perusahaan teknologi dapat mengembangkan produk serta skala bisnisnya.
Kini, kolaborasi antara perusahaan teknologi dan korporasi sudah sering ditemui berkat berbagai program akselerasi yang digagas Corporate Venture Capital (CVC). Hal ini pun membuat kolaborasi di bidang teknologi semakin ‘erat’ dan bersinergi.
Melihat inovasi dan perkembangan terkini dari perusahaan teknologi , media ekonomi terbesar dan terintegrasi CNBC Indonesia akan menggelar Road To Awards: Best Telco, Digital & Venture Capital untuk memberikan apresiasi kepada perusahaan teknologi, telekomunikasi, dan venture capital.
Apresiasi untuk perusahaan teknologi terbaik akan diberikan pada ajang Best Telco, Digital & Venture Capital yang menjadi rangkaian dari Road to CNBC Indonesia Awards. Acara ini akan digelar pada Rabu, 20 November 2024.
Sebelum penghargaan diberikan, akan dilakukan dialog secara eksklusif yang mengupas tuntas tentang peran perusahaan teknologi dan telekomunikasi di era ketidakpastian ini. Dialog eksklusif ini juga akan dipandu secara langsung oleh anchor CNBC Indonesia, bersama dengan narasumber yang kompeten.
CNBC Indonesia Awards adalah ajang penghargaan kepada pelaku di berbagai industri yang berhasil beradaptasi di tengah kondisi yang penuh tantangan. Adapun dalam rangkaian perhelatan ini, sebelumnya akan disajikan wawancara menarik setiap minggunya pada program Profit, Power Lunch, hingga Closing Bell yang menghadirkan narasumber ternama.
Jangan lupa saksikan CNBC Indonesia Award secara langsung di CNBC Indonesia Televisi dan live streaming di CNBCIndonesia.com.
Itu lantaran keterlibatan milisi Irak yang pro Iran menyerang Israel. Hal ini dilakukan sejak 8 November lalu.
Di sisi lain, menurut laman itu, ini juga bisa terjadi lantaran pemerintah Irak yang kurangnya memiliki kendali atas wilayah mereka sendiri. Israel mengatakan Iran menyalurkan persediaan baru rudal jarak jauh dan pesawat tanpa awak peledak ke milisinya di sana.
Pemerintah bukannya tak menyadari ini. Sejumlah cara bahkan dilakukan.
“Untuk saat ini, Irak mengandalkan diplomasi untuk menyelamatkannya,” demikian laporan tersebut.
“Pada tanggal 10 November, penasihat keamanan nasionalnya pergi ke Iran untuk berunding dengan Pasukan Quds, sayap operasi luar negeri Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), pengawal praetorian Iran. Ia mendesak bosnya untuk tidak melibatkan Irak dalam rencana Iran untuk menyerang Israel sebagai balasan atas serangan udaranya pada tanggal 26 Oktober,” tambahnya.
Perdana Menteri (PM) Irak Muhammad al-Sudani, juga bertemu dengan Putra Mahkota Arab Saudi, Muhammad bin Salman (MBS) di Riyadh untuk membahas cara mencegah perang menyebar. Sementara itu, ulama terkemuka negara itu, Ayatollah Ali al-Sistani, memerintahkan negara Irak untuk mengambil alih kendali senjata milisi.
Membersihkan Diri dari Asing
Sebenarnya, masih melansir laman yang sama, orang Irak telah lama berusaha membersihkan negara mereka dari pasukan asing, baik Amerika maupun Iran. Namun mereka gagal melakukannya.
Alih-alih memisahkan diri dari Amerika atau Iran, sebenarnya banyak faksi-faksi Irak lebih memilih untuk tidak ikut ke mana-mana. Namin memanh ada sebagian kelompok, terutama di wilayah basis kota-kota suci Syiah yang cenderung reaktif ke Israel.
“Kelompok-kelompok ini hanyalah penjahat dan pencuri,” kata seorang lulusan salah satu seminari bernama Sistani.
“Semua orang Irak tahu bahwa mereka hanyalah karyawan Iran,” tambahnya.
Upaya Amerika
Di sisi lain, Amerika juga telah berupaya menjauhkan Irak dari pengaruh Iran. Pada 11 November misalnya, pasukan Amerika menyerang milisi pro-Iran di Suriah, dekat perbatasan Irak.
“Donald Trump, setelah menjadi presiden, mungkin akan bertindak lebih jauh. Selama masa jabatan terakhirnya, ia memerintahkan pembunuhan komandan PMF saat itu, Abu Mahdi al-Muhandis, dan jenderal tertinggi Iran, Qassem Suleimani, di Baghdad,” muat analisis laman itu lagi,
“Yang tidak kalah mengkhawatirkan bagi Irak, para penasihat Trump mungkin mempertimbangkan sanksi terhadapnya. Sejak tahun 2003, Irak telah menyimpan pendapatan minyaknya di rekening escrow di New York. Trump, menurut seorang pengamat Irak baru-baru ini di Washington, mungkin mengincar hal tersebut,” jelas laman itu.
Dalam laga yang berawal dari tantangan sang YouTuber, Tyson yang berusia 58 tahun tumbang di tangan Paul berusia 27 tahun dengan angka mutlak alias unanimous decision dari ketiga juri. Ketiga juri tercatat memberikan kemenangan kepada Paul dengan nilai 80-72, 79-73, dan 79-73.
Melansir dari Marca, duel yang mempertemukan Tyson dan Paul itu menawarkan hadiah sebesar US$80 juta atau sekitar Rp1,26 triliun (asumsi kurs Rp15.841/US$) untuk pemenang. Berdasarkan hasil pertarungan pada akhir pekan lalu itu, sosok yang berhak membawa pulang Rp1,26 triliun adalah Paul.
Sementara itu, hingga kini promotor belum merilis nominal uang yang diperoleh Tyson dalam ikatan kontrak untuk pertarungan ini. Namun, Marca memprediksi bahwa total uang yang dibawa pulang oleh Tyson adalah sekitar US$20 juta atau sekitar Rp316,82 miliar.
Jika bukan US$20 juta, Marca turut memprediksi bahwa hadiah uang yang diberikan untuk Tyson bisa dua kali lipat alias US$40 juta atau sekitar Rp633,64 miliar.
Meskipun hadiah yang diterima keduanya tergolong fantastis, Tyson mengaku bahwa sejak awal ia menerima tantangan Paul bukan termotivasi oleh nominal uang. Sebab, hadiah yang ditawarkan jika memenangkan pertandingan tersebut dinilai tak berdampak signifikan terhadap gaya hidup Tyson.
“Hidup saya tidak akan berubah sedikit pun setelah pertarungan ini. Saya akan selalu bisa hidup seperti ini dan saya melakukannya hanya karena saya ingin menguji diri saya sendiri,” kata Tyson, dikutip dari Marca, Senin (18/11/2024).
Sementara itu, Paul yang pada 2022 lalu diakui sebagai salah satu dari 50 YouTuber dengan bayaran tertinggi di dunia juga diasumsikan tidak menargetkan uang sebagai tujuan utama dalam laga ini. Selain menghasilkan jutaan dolar, Paul juga meraup pundi-pundi kekayaannya dari investasi dan perusahaannya.
Sebagai informasi, sebelum duel Tyson vs Paul berlangsung, sang “Leher Beton” berusia 58 tahun tercatat memiliki rekor 50 kali menang, 44 KO, dan enam kalah selama bertarung di atas ring tinju. Sedangkan Paul yang berusia 27 tahun telah menang 10 kali, tujuh KO, dan satu kali kalah.
Kehadiran Super App terbaru dari PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) yaitu BYOND by BSI mendapat respons positif dari masyarakat. Hal ini tercermin dari peningkatan signifikan jumlah unduhan, pengguna aktif, dan transaksi harian yang meningkat dua kali lipat sejak pertama kali hadir di layanan App Store dan Play Store pada 22 Oktober 2024.
Direktur Utama BSI, Hery Gunardi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada masyarakat yang telah antusias menyambut kehadiran BYOND yang merupakan hasil inovasi digital BSI. Pihaknya berkomitmen akan terus menambah dan memperkuat fitur-fitur di BYOND agar dapat terus relevan untuk menjawab setiap kebutuhan nasabah, sebagaimana tagline BSI sebagai sahabat finansial, sosial, dan spiritual.
“Alhamdulillah, ini merupakan pencapaian luar biasa bagi BSI. Kami melihat tingginya minat masyarakat terhadap layanan digital berbasis syariah yang kami tawarkan melalui BYOND. Semuanya naik dua kali lipat sejak launching. Insya Allah, kami akan terus menjaga dan memperluas pertumbuhan ini dengan senantiasa memberikan layanan yang optimal melalui BYOND,” kata Hery dalam keterangan tertulis, Minggu (17/11/2024).
Hery menegaskan, kehadiran BYOND merupakan wujud komitmen BSI untuk selalu menjaga dan meningkatkan kualitas layanan guna menciptakan kepuasan dan loyalitas nasabah. Selain itu, BYOND juga menandakan upaya BSI dalam menghadirkan solusi layanan perbankan digital yang inklusif, modern, dan terintegrasi.
BYOND by BSI hadir dengan teknologi yang lebih baru dari pendahulunya, BSI Mobile. Selain pengkinian teknologi, SuperApp besutan BSI ini juga dilengkapi dengan modernisasi New UI/UX yang membuat tampilan aplikasi lebih fresh, re-branding, serta metode kerja baru dan ekosistem yang dapat memenuhi berbagai kebutuhan nasabah.
Tidak hanya itu, BYOND juga diperlengkap dengan beragam program yang menarik untuk para nasabah. Seperti kemudahan dan potongan biaya dalam melakukan transaksi transfer dengan menggunakan BI Fast, layanan e wallet, top up, juga transaksi-transaksi lainnya.
“Saat ini jumlah unduhan harian BYOND sudah lebih dari dua kali lipatnya unduhan harian BSI Mobile. Diharapkan nasabah yang masih menggunakan BSI Mobile dapat bermigrasi ke SuperApp BYOND by BSI karena memberikan banyak fitur-fitur baru dan tampilan yang lebih fresh, serta promo menarik. Tapi bagi para pengguna BSI Mobile tidak perlu khawatir karena masih bisa menggunakan aplikasi tersebut,” ucap Hery.
Dirinya mengatakan, transformasi digital merupakan salah satu pilar utama strategi BSI untuk merespons era digital dan meningkatkan kinerja secara menyeluruh. Peluncuran BYOND by BSI juga menjadi milestone bersejarah bagi perjalanan BSI sebagai bank syariah terbesar di Indonesia yang modern, digital, dan inklusif.
“BYOND by BSI ini menjadi salah satu bentuk terobosan perseroan yang secara kontinu memperkuat transformasi digital agar tumbuh berkelanjutan. Kami sangat terkesan dan berterima kasih dengan antusiasme masyarakat. Target kami mencapai 1 juta pengguna BYOND by BSI pada Desember 2024,” tuturnya.
Untuk meningkatkan awareness dan literasi masyarakat terhadap BYOND by BSI, perseroan mengadakan fun walk dan berbagai macam kegiatan yang mendukung gaya hidup sehat dan aktivitas kreatif, yang dikemas dalam event BYONDAY pada Minggu (17/11/2024) di kawasan hari tanpa kendaraan bermotor (car free day/CFD) Jalan Imam Bonjol hingga Parkir Selatan Senayan, Jakarta. Pada acara BYONDAY, perseroan membawa semangat #SemuaJadiMudah yang merupakan tagline dari SuperApp BYOND by BSI.
Hery mengatakan, perseroan berupaya untuk semakin mendekatkan SuperApp BYOND by BSI kepada nasabah dan masyarakat, setelah resmi diluncurkan secara pada 9 November 2024 lalu. BYOND by BSI merupakan SuperApp layanan finansial, sosial, dan spiritual komprehensif yang lebih mudah dan nyaman diakses, dengan keamanan yang semakin maksimal.
Melalui event BYONDAY hari ini, pihaknya ingin semangat #SemuaJadiMudah bisa dirasakan langsung oleh masyarakat yang sedang berolahraga di kawasan Thamrin hingga GBK Senayan. Oleh karena itu, BSI mengajak seluruh masyarakat untuk mendapatkan experience secara langsung terkait kemudahan, kecepatan, dan kenyamanan yang dihadirkan oleh BYOND by BSI.
“BYONDAY kami gelar sebagai upaya mendekatkan superapp BYOND kepada nasabah dan masyarakat, mengajak nasabah dan masyarakat untuk mencapai keseimbangan antara kesehatan fisik, mental, dan finansial, khususnya pada generasi muda lewat kegiatan fun walk, hiburan, dan aktivitas kuliner. Apalagi ini sejalan dengan tagline BSI untuk menjadi sahabat finansial, sosial, dan spiritual untuk semua masyarakat,” tutupnya.
Program Menarik BYOND
BSI memberikan banyak program menarik untuk para nasabah yang membuka tabungan maupun bertransaksi melalui BYOND by BSI. Nasabah baru BYOND by BSI bisa mendapatkan cashback hingga Rp125 ribu dan transaksi bebas biaya BI Fast. Bagi nasabah eksisting yang beralih ke aplikasi BYOND juga mendapatkan benefit tambahan jika bertransaksi menggunakan QRIS BYOND by BSI, seperti cashback sampai dengan 50% maksimal Rp50 ribu di merchant pilihan seperti Kopi Kenangan, Hokben, Chatime, Kenangan Signature, J.Co, Chigo & flip, Mako, Sour Sally, Bolo King, dan lainnya.
Kemudian, ada pula program Promo Cashback Jum’at Berkah di BYOND by BSI untuk pembayaran PDAM, Internet dan TV kabel, serta asuransi. BSI juga memberikan Promo SKS (Senin – Kamis Seru Bersama BYOND by BSI) yaitu Cashback untuk Top Up E-Money, atau Top Up E-Wallet Gopay / OVO, atau Beli Paket Data Telkomsel/Indosat/XL/Tri, atau Beli Pulsa Telkomsel/Indosat/XL/Tri/ Smartfren.
Selain itu, untuk semakin memasyarakatkan BYOND, BSI juga akan menggelar Mini Booth Activation di sejumlah mall di area Jabodetabek. Booth tersebut dirancang bersifat interaktif dan menawarkan hadiah menarik untuk menggaet segmen masyarakat yang lebih luas.
Perseroan juga akan melakukan roadshow BYOND by BSI di beberapa kota di Indonesia pada tahun depan. Kota-kota tersebut di antaranya Aceh, Medan, Palembang, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Banjarmasin, Makassar.
Untuk pertama kalinya, Jensen menikmati hidangan kaki lima legendaris gulai tikungan (gultik) di Blok M, Jakarta Selatan. Ia ditemani CEO Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) Vikram Sinha dan jurnalis Najwa Shihab.
Terpantau dari video yang diunggah Najwa di akun Instagram personalnya, Jensen mengenakan setelan kaos polos dan celana hitam. Najwa mula-mula bercerita bahwa ia dulu sekolah di area Blok M.
Najwa mengatakan ia kerap nongkrong dan makan gultik, sebab rasanya enak dan harganya murah.
Jensen lantas berujar, “aromanya sangat enak”.
Setelah dijelaskan bahwa gultik merupakan makanan dengan bahan dasar daging yang disiram kuah kental kaya rempah, Jensen lantas tak sabar mencobanya.
Ekspresi Jensen tampak antusias saat mencicipi gultik. “Ini sangat menakjubkan,” kata Huang dengan mata terbelalak.
Najwa, Vikram, dan Jensen kemudian duduk di kursi dan meja sekadarnya, seperti masyarakat umum yang menyantap gultik di Blok M.
Najwa bertanya apakah gultik terlalu pedas untuk Jensen. Awalnya, manusia Rp 2.005 triliun itu menampik. Namun, akhirnya ia berkeringat saking kepedasan, lalu disodorkan tisu oleh Najwa.
Ketiganya tampak akrab berbincang sambil menikmati gultik di siang hari yang cerah. Terpisah, Vikram juga membagikan momen tersebut di akun Instagram personalnya.
“Menikmati hidangan pinggir jalan Indonesia, gultik, sembari berdiskusi soal masa depan teknologi AI di Indonesia bersama Jensen Huang dan Najwa Shihab,” kata Vikram.
“Perbincangan ini membuat saya terinspirasi dengan potensi AI untuk membuka peluang tanpa batas demi masa depan negara,” ia menambahkan.
Sebagai informasi, kedatangan Jensen ke Indonesia untuk mengisi acara Indonesia AI Day 2024 yang digelar IOH di The Tribrata, pada Kamis (14/11) lalu.
Dalam kesempatan itu, Jensen mengemukakan pentingnya adopsi AI untuk memaksimalkan potensi seseorang dan menggenjot inovasi. Ia juga mengisi panel bersama dengan Menteri BUMN Erick Thohir dan CEO GoTo Patrick Walujo.
Kemenangan Trump disebut-sebut dapat memberikan efek positif hingga negatif bagi proses perdamaian antara Korea Selatan (Korsel) dan Korea Utara (Korut). Hal ini disampaikan oleh Sheen Seong Ho, dekan sekaligus profesor di Sekolah Pascasarjana Studi Internasional Universitas Nasional Seoul (SNU).
“Trump kembali ke Gedung Putih, apakah ini baik atau buruk bagi situasi di Semenanjung Korea? Saya pikir, ironisnya, Trump dapat memberikan efek positif,” katanya dalam diskusi bertajuk ‘Membayangkan Kembali Peran Indonesia: Menetapkan Jalan Baru untuk Keterlibatan Antar-Korea dan Stabilitas Regional’ yang digelar oleh FPCI dan Korea Foundation di Jakarta Pusat, dikutip Jumat (15/11/2024).
Menurut Sheen, efek positif akan terjadi jika Trump berusaha untuk kembali terlibat dengan pemimpin Korut, Kim Jong Un. Sebagai informasi, Kim masih terus mengembangkan program nuklirnya sejak kegagalan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Amerika Serikat-Korea Utara di Hanoi, Vietnam pada 2019.
“Jika Trump berunding dengan Kim Jong Un, dan Kim Jong Un mencoba berunding lagi dengan Trump, setidaknya harus ada semacam negosiasi atau kesepakatan untuk menghentikan atau menangani program nuklir Korea Utara,” ujar Sheen.
Tentu saja Sheen menyebut tidak yakin atau berharap bahwa penyelesaian masalah nuklir Korea Utara akan tuntas secara permanen lewat negosiasi Trump-Kim. “Tetapi setidaknya mungkin hal itu dapat memberikan beberapa hal hebat pada program Korea Utara yang sedang berlangsung. Dengan demikian, hal itu akan menjadi pengembangan yang positif,” ujarnya.
Di sisi lain, kata Sheen, jika Kim akan melanjutkan pertemuan atau pembicaraannya dengan Trump, itu pasti akan membantu meredakan ketegangan di Semenanjung Korea. Selama ini Korut disebut terus menciptakan tekanan dan ketegangan militer kepada Korsel.
Meski begitu, Sheen tidak menutup mata terkait perkembangan negatif jika pertemuan Trump dan Kim tidak berjalan dengan baik.
“Jika Anda ingat sebelum pertemuan puncak terakhir antara Kim Jong Un dan Trump, ada periode meningkatnya ketegangan antara kita dan Korea Utara karena kedua pemimpin ini saling mengancam. Jadi itu bisa menjadi kemungkinan lain yang berbeda,” katanya.
“Dalam hal itu, mungkin itu akan menjadi semacam perkembangan negatif.”
Saat Trump menjabat sebagai presiden AS ke-45, hubungannya dengan Kim sempat memanas. Pada 2020, Korut sempat mengeluarkan peringatan ke AS, di mana Pyongyang mengatakan akan sulit mempertahankan hubungan pribadi yang terjalin antara Kim dan Trump.
Pasalnya Washington, dianggap Korut, selalu mengeluarkan kebijakan yang bermusuhan dengan Pyongyang. Bahkan, kebijakan AS dianggap bukti bahwa negeri itu akan jadi ancaman panjang bagi Korut dan rakyatnya.
Meski begitu, keduanya pernah bertemu sebanyak tiga kali di tiga wilayah berbeda, yaitu di Singapura, Vietnam dan Zona Demiliterisasi (DMZ) yang membagi Korea Utara dan Selatan. Itu merupakan salah satu momen bersejarah yang berhasil dicapai AS dan untuk dunia.