Kisah Heroik Dua Prajurit ‘Hantu Laut’ Gelar Operasi Klandestin di Negeri Singa

Kisah Heroik Dua Prajurit 'Hantu Laut' Gelar Operasi Klandestin di Negeri Singa

Kisah Heroik Dua Prajurit ‘Hantu Laut’ Gelar Operasi Klandestin di Negeri Singa

Dua prajurit Korps Komando Operasi (KKO) Angkatan Laut, Usman bin Muhammad Ali alias Usman Janatin dan Harun bin Said alias Tahir gugur saat mempertahankan kedaulatan negara. Usman dan Harun dieksekusi di tiang gantungan oleh Singapura yang saat itu masih tergabung dengan Malaysia pada 17 Oktober 1968 atau tepat 57 tahun silam.

Keduanya dianggap bersalah dengan tuduhan meledakkan bom di pusat kota di Singapura. Aksi itu dilakukan keduanya saat terjadinya konfrontasi Indonesia dan Malaysia.

Usman memiliki nama asli Sersan KKO Janatin alias Usman bin Haji Muhamad Ali. Sedangkan Harun bernama lengkap Kopral KKO Tohir alias Harun bin Said. Usman adalah prajurit KKO kelahiran Purbalingga, Jawa Tengah, tanggal 18 Maret 1943 dan Harun adalah kelahiran Pulau Bawean, 4 April 1947.

Saat itu, pada Maret 1965, Usman, Harun dan Gani bin Arup, mendapat tugas khusus dari Komando Operasi Tertinggi (KOTI) untuk memasuki Singapura sebagai bagian dari perkuatan militer Indonesia untuk membantu para sukarelawan Indonesia di wilayah musuh.

Dengan menggunakan perahu karet, ketiganya berangkat tanggal 8 Maret 1965 dengan membawa 12,5 kilogram bahan peledak. Mereka mendapat perintah untuk melakukan sabotase ke sasaran-sasaran penting di kota Singapura. Sasaran tidak ditentukan dengan pasti, jadi harus ditentukan sendiri.

Keduanya meledakkan bangunan MacDonald House yang terletak di pusat kota pada tanggal 10 Maret 1965.  Peristiwa itu menimbulkan kegemparan dan kekacauan bagi masyarakat Singapura. Setelah melakukan aksinya, Harun dan Usman melarikan diri dan berhasil mencapai daerah pelabuhan, sedangkan Gani bin Arup mencari jalan lain.

Sebuah motor boat berhasil mereka rampas untuk kembali ke Pulau Sambu. Namun di tengah jalan, motor boat mengalami kerusakan mesin. Mereka akhirnya ditangkap patroli musuh pada 13 Maret 1965. Keduanya dibawa kembali ke Singapura untuk diadili. Pengadilan Singapura akhirnya menjatuhkan vonis hukuman mati.

Alasan Dokter Tifa Teliti Silsilah Jokowi: Banyak Sekali Versi Siapa Sosok Ayah-Ibunya

Alasan Dokter Tifa Teliti Silsilah Jokowi: Banyak Sekali Versi Siapa Sosok Ayah-Ibunya

Dokter Tifa

Pegiat media sosial Tifauzia Tyassuma, yang dikenal dengan nama Dokter Tifa, tengah menyusun penelitian terkait silsilah Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi). Ia mengungkap alasan di balik penelitian tersebut.

Tifa menyebut, riset ini dilatarbelakangi oleh banyaknya rumor dan versi berbeda mengenai asal-usul Jokowi yang beredar di masyarakat selama bertahun-tahun.

“Selama belasan tahun kita mendengar rumor, kita mendengar banyak kabar-kabar, termasuk siapa sesungguhnya ayah Jokowi, ibunya Jokowi, di mana sesungguhnya dia lahir, karena banyak sekali versi,” ujar Tifa dalam program Rakyat Bersuara di iNews TV, Selasa (14/10/2025).

Menurutnya, para peneliti memiliki tanggung jawab untuk mencari kebenaran dan menyajikan informasi yang faktual demi kepentingan sejarah nasional. “Maka tugas kami sebagai peneliti adalah menemukan kebenaran yang ada, sehingga menjadi sejarah yang bagus bagi bangsa ini,” lanjutnya.

Meski demikian, Tifa menegaskan penelitian tersebut masih dalam tahap awal, yakni pengumpulan data. Ia belum menyampaikan hipotesis atau kesimpulan sementara dari riset yang dilakukan.

“Ini adalah fase pengumpulan data,” tuturnya.

Sejumlah Wilayah Jakarta Diguyur Hujan dengan Intensitas Ringan Hari Ini

Sejumlah Wilayah Jakarta Diguyur Hujan dengan Intensitas Ringan Hari Ini

Ilustrasi hujan dengan intensitas ringan/Foto: FreePik

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) RI memprediksi sejumlah wilayah di Jakarta akan diguyur hujan dengan intensitas ringan pada Senin (13/10/2025).

“(Pagi hari 07.00-13.00 WIB) Berawan Tebal; Hujan Ringan di Jakarta Barat, Kepulauan Seribu, dan Jakarta Utara. (Siang hari 13.00-19.00 WIB) Berawan Tebal; Hujan Ringan di Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Jakarta Barat,” tulis ikhtisar prakiraan cuaca BMKG.

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta meminta masyarakat waspada potensi banjir rob di pesisir Jakarta imbas fenomena bulan purnama periode 8-15 Oktober 2025.

“Waspada banjir pesisir 8-15 Oktober 2025,” tulis laman Instagram @bpbddkijakarta dikutip, Rabu (8/10).

Kapusdatin BPBD DKI Jakarta, M Yohan menjelaskan berdasarkan informasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Maritim Tanjung Priok tentang Peringatan Dini Banjir Pesisir (Rob) tanggal 08 – 15 Oktober 2025, adanya fenomena pasang maksimum air laut bersamaan dengan fenomena fase Bulan Purnama dan Perigee yang berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum berupa banjir pesisir atau rob di wilayah pesisir utara Jakarta.

“Wilayah pesisir utara DKI Jakarta seperti di Kamal Muara, Kapuk Muara, Penjaringan, Pluit, Ancol, Kamal, Marunda, Cilincing, Kalibaru, Muara Angke, Tanjung Priok, dan Kepulauan Seribu diimbau agar dapat mengantisipasi dampak pasang maksimum air laut yang berpotensi terjadinya banjir pesisir (Rob),” jelasnya.

Breaking News! Gempa M6,9 Guncang Pulau Karatung Sulut

Breaking News! Gempa M6,9 Guncang Pulau Karatung Sulut

Ilustrasi gempa

Gempa berkekuatan M6,9 kembali mengguncang Pulau Karatung, Sulawesi Utara (Sulut), Jumat 10 Oktober 2025, pukul 18.12 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan, gempa tidak berpotensi tsunami.

Sementara itu, pusat gempa berada di 245 km Barat Laut Pulau Karatung Sulut pada koordinat 6.93 Lintang Utara – 126.66 Bujur Timur.

“Update Info Gempa Mag:6.9, 10-Oct-25 18:12:12 WIB, Lok:6.93 LU,126.66 BT (245 km Barat Laut Pulau Karatung- Sulut), Kedlmn:56 Km, dirasakan di Naha III MMI ::BMKG,” tulis BMKG dalam keterangan resminya.

BMKG melaporkan informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data. Pada Jumat pagi, gempa besar berkekuatan M7,6 juga mengguncang Pulau Karatung, bahkan BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami.

Diduga Gelapkan Barang Bukti, Kajari Jakarta Barat Dicopot dari Jabatannya

 Diduga Gelapkan Barang Bukti, Kajari Jakarta Barat Dicopot dari Jabatannya

Kajari Jakarta Barat Dicopot dari Jabatannya

Jaksa Agung ST Burhanuddin mencopot Hendri Antoro dari jabatannya sebagai Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jakarta Barat. Pencopotan tersebut diduga berkaitan dengan kasus penggelapan barang bukti dalam perkara investasi bodong robot trading.

“Pelaksana tugasnya (Plt) sudah ditunjuk, yakni Aspidsus Kejati DKI Jakarta, Haryoko Ari Prabowo,” ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung RI, Anang Supriatna, kepada wartawan, Rabu (8/10/2025).

Menurut Anang, pencopotan Hendri Antoro dari jabatannya telah dilakukan sejak pertengahan September 2025. Ia menegaskan, sanksi diberikan kepada siapa pun yang terbukti melakukan pelanggaran etik maupun hukum di lingkungan kejaksaan.

“Pemberian sanksi terhadap Hendri Antoro dilakukan setelah pemeriksaan internal rampung,” katanya. Namun, Anang tidak merinci sejauh mana keterlibatan Hendri dalam kasus tersebut.

“Kami tetap berkomitmen untuk menindak tegas. Itu sudah termasuk sanksi terberat — kalau jaksa dicopot dari jabatannya,” pungkasnya.

ODGJ Ngamuk, 4 Orang Ditusuk Karambit di Cilandak Jaksel

ODGJ Ngamuk, 4 Orang Ditusuk Karambit di Cilandak Jaksel

Ilustrasi penusukan

Seorang pria yang diduga mengalami gangguan jiwa (ODGJ) berinisial Y mengamuk dan menusuk empat orang di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan.

Menurut Kapolsek Cilandak, Kompol Febriman Sarlase, peristiwa itu terjadi pada Minggu 5 Oktober 2025 sekitar pukul 13.30 WIB. “Benar, terjadi pada hari Minggu tanggal 5 Oktober 2025 lebih kurang pukul 13.30 WIB telah terjadi penusukan,” kata Febriman, Senin (6/10/2025).

Dia menjelaskan, insiden itu bermula ketika Y terlibat cekcok dengan kakaknya di rumah. Saat pembantu rumah tangga mencoba melerai, Y juga menyerangnya. Kakaknya kemudian melarikan diri keluar rumah dan meminta pertolongan kepada Ketua RT dan warga sekitar.

“Tapi pelaku langsung mengambil senjata semacam karambit ya. Sehingga Pak RT dan tiga orang lagi yang membantu untuk melerai mengalami luka-luka,” ujar dia.

Ia menambahkan, saat ini Y telah ditangkap dan diamankan di Polsek Cilandak. Untuk keempat korban mengalami luka tusuk ringan dan telah mendapatkan perawatan di RS Fatmawati, termasuk Ketua RT setempat.

“Untuk yang korban luka empat orang ini, tidak ada yang meninggal, dan diberikan, katakan itu tidak ada yang meninggal, hanya ada luka gores tusukan,” pungkasnya.

Dualisme Kepengurusan PPP, Pengamat: Ironi Sejarah!

Dualisme Kepengurusan PPP, Pengamat: Ironi Sejarah!

Dualisme Kepengurusan PPP, Pengamat: Ironi Sejarah!

 Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kembali terpecah usai Muktamar X di Ancol 2025. Dua kubu, Muhamad Mardiono dan Agus Suparmanto, sama-sama mengklaim legitimasi. Kondisi ini memperparah situasi partai berlambang Kakbah yang gagal ke parlemen pada Pemilu 2024.

Direktur Eksekutif SCL Taktika Konsultan, Iqbal Themi, mengatakan, PPP saat ini berada di ambang krisis eksistensial.

“PPP dulu adalah rumah besar umat Islam, simbol persatuan di masa Orde Baru,” ujar Iqbal dalam acara diskusi bertajuk “Dualisme Kepengurusan PPP Pasca Muktamar Ancol 2025” di Tebet, Sabtu (4/10/2025).

“Tapi hari ini, setelah seperempat abad reformasi, PPP justru terpecah dan kehilangan kursi di Senayan. Jika tak segera berbenah, PPP bisa menjadi dinosaurus politik Islam besar di masa lalu, tapi tenggelam di era baru,” sambungnya.

Iqbal melanjutkan, dualisme kepemimpinan antara kubu Muhamad Mardiono dan Agus Suparmanto bukan sekadar konflik biasa, tetapi cerminan krisis struktural yang telah lama membayangi PPP.

“Partai yang dulu mampu bertahan di bawah represi politik Orde Baru, kini justru rapuh di era demokrasi. Ini ironi sejarah. Jika terus disandera dualisme, energi PPP akan habis untuk urusan administrative politics politik yang direduksi menjadi perebutan legalitas birokratis,” ungkapnya.

Terungkap! Hacker ‘Bjorka’ Ternyata Pengangguran, Belajar IT dari Medsos

Terungkap! Hacker 'Bjorka' Ternyata Pengangguran, Belajar IT dari Medsos

Hacker Bjorka Ditangkap Polisi 

Direktorat Siber Polda Metro Jaya akhirnya mengungkap identitas pemilik akun X bernama Bjorka yang sempat menghebohkan publik karena mengklaim meretas 4,9 juta data nasabah bank. 

Sosok di balik akun itu adalah WFT (22), seorang pemuda yang ternyata bukan ahli IT, melainkan lulusan putus sekolah.

“Dia ini bukan ahli IT, bahkan tidak lulus SMK,” ujar Wakil Direktur Siber Polda Metro Jaya, AKBP Fian Yunus, Kamis (2/10/2025).

Meski begitu, WFT dikenal tekun belajar teknologi secara otodidak melalui komunitas dan konten di media sosial. Sehari-harinya ia menganggur, namun banyak waktu dihabiskan untuk mempelajari dunia siber.

Waspada! Jabodetabek Diguyur Hujan Sedang-Lebat 1-2 Oktober 2025

Waspada! Jabodetabek Diguyur Hujan Sedang-Lebat 1-2 Oktober 2025

Ilustrasi cuaca yang melanda Jabodetabek

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi hujan sedang hingga lebat di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), pada 1-2 Oktober 2025.

Peringatan dini BMKG itu disampaikan lewat akun media sosial Instagram resmi @BMKG. Dalam informasinya, terdapat 4 level peringatan yaitu Waspada (hujan sedang-lebat), Siaga (hujan lebat-sangat lebat), Awas (hujan sangat lebat-ekstrem), dan Peringatan Dini Angin Kencang.

Pada Rabu 1 Oktober 2025, peringatan Waspada (hujan sedang-lebat) di wilayah Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang, Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi.

Kemudian peringatan Siaga (hujan lebat-sangat lebat) ada di wilayah Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Depok sedangkan sisanya nihil.

Kartu Pers Istana Jurnalis CNN Dicabut, Begini Penjelasan Istana

Kartu Pers Istana Jurnalis CNN Dicabut, Begini Penjelasan Istana

Kartu Pers Istana Jurnalis CNN Dicabut, Begini Penjelasan Istana

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menanggapi terkait adanya pencabutan ID Pers Istana Jurnalis CNN Indonesia TV. Pihaknya juga akan mencari jalan keluar yang terbaik.

“Ya kita cari jalan keluar terbaiklah,” kata Prasetyo kepada wartawan di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Minggu (28/9/2025) malam.

Prasetyo juga telah memerintahkan Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden untuk melakukan komunikasi dengan CNN Indonesia TV.

“Jadi besok, kami sudah menyampaikan kepada Biro Pers untuk coba dikomunikasikan agar ada jalan keluar terbaik. Kita bangun komunikasi bersama lah,” pungkasnya.

Sebelumnya, Dewan Pers tekah menerima pengaduan terkait pencabutan ID Card reporter CNN Indonesia yang bertugas di lingkungan Istana Kepresidenan.

Dewan Pers kembali mengingatkan semua pihak untuk menjunjung tinggi pelaksanaan kemerdekaan pers yang dijalankan oleh wartawan/jurnalis di mana pun bertugas.