Sejumlah Rute Bus Transjakarta Alami Keterlambatan Imbas Kemacetan Parah

Sejumlah Rute Bus Transjakarta Alami Keterlambatan Imbas Kemacetan Parah

Sejumlah Rute Bus Transjakarta Alami Keterlambatan Imbas Kemacetan Parah

 Sejumlah rute bus Transjakarta mengalami keterlambatan pada jam pulang kerja, Jumat (24/10/2025) malam. Kepadatan arus lalu lintas disebut menjadi penyebab sejumlah koridor Transjakarta alami keterlambatan.

Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta ​Ayu Wardhani mengatakan, sejumlah koridor Transjakarta yang alami keterlambatan yakni  5,11,5C dan 7.

Ayu mengatakan, keterlambatan Bus Transjakarta akibat arus lalu lintas padat imbas hujan deras dari sore hari.

“Sejumlah rute Transjakarta mengalami keterlambatan di jam sibuk, Jumat malam. Hal ini disebabkan oleh kepadatan lalu lintas yang sangat tinggi dan kondisi setelah hujan yang memperlambat pergerakan bus,” kata Ayu.

Kendati demikian, Transjakarta menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya atas keterlambatan kedatangan bus di beberapa rute dan kepadatan pelanggan di beberapa halte.

​”Kami terus berupaya maksimal menormalkan layanan dengan mempercepat kedatangan bus dan penyesuaian operasional di lapangan. Terima kasih atas pengertiannya,” pungkasnya.

Bekasi Dilanda Hujan Badai, Sejumlah Rumah Rusak 

Bekasi Dilanda Hujan Badai, Sejumlah Rumah Rusak 

Bekasi dilanda hujan (foto: BPBD)

Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kota Bekasi menyebabkan empat rumah rusak. Empat atap rumah warga di Kelurahan Bintara, Bekasi Barat roboh akibat fenomena alam tersebut.

“Sebanyak empat unit rumah terdampak, dengan rincian tiga rumah rusak berat dan satu rumah rusak ringan,” tulis unggahan akun instagram @bpbd.kotabekasi, pada Kamis (23/10/2025).

Beruntungnya musibah ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka. Namun dua kepala keluarga terpaksa mengungsi karena rumahnya rusak.

“Dua KK harus mengungsi sementara karena rumahnya tidak dapat ditempati,” ujarnya.

Adapun tim BPBD Kota Bekasi, telah langsung melakukan penanganan pasca musibah tersebut. Bantuin sementara juga telah diberikan kepada korban. 

“Pendistribusian bantuan terpal sebanyak tiga unit bagi warga terdampak,” tuturnya.

Imbas Keracunan Massal, BGN Tutup 106 Dapur Program MBG

Imbas Keracunan Massal, BGN Tutup 106 Dapur Program MBG

Makan Bergizi Gratis

 Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menutup sebanyak 106 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau unit dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak memenuhi standar operasional prosedur (SOP).

Dadan menjelaskan, langkah ini diambil menyusul terjadinya kejadian luar biasa (KLB) keracunan massal yang menimpa sejumlah siswa dan guru beberapa waktu lalu setelah menyantap makanan dari program MBG.

“Sekarang ada 106 yang dihentikan operasionalnya, baru 12 yang kami rilis,” ungkap Dadan kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (20/10/2025).

Lebih lanjut, Dadan menyampaikan bahwa pihaknya telah bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI untuk memperbarui data kasus keracunan terkait program MBG. Data tersebut, kata Dadan, dapat dipantau langsung melalui laman resmi BGN.

Selain itu, Dadan juga mengungkapkan adanya pergeseran target penerima manfaat program MBG. Semula, target 82,9 juta penerima manfaat ditetapkan tercapai pada akhir 2025, namun kini diupayakan tercapai selambat-lambatnya Februari 2026.

1 Tahun Pemerintahan Prabowo, Warga Harap Ekonomi Tumbuh 8% di Tangan Purbaya

1 Tahun Pemerintahan Prabowo, Warga Harap Ekonomi Tumbuh 8% di Tangan Purbaya

1 Tahun Pemerintahan Prabowo, Warga Harap Ekonomi Tumbuh 8% di Tangan Purbaya

 Satu tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran pada Senin 20 Oktober 2025. Sejumlah kebijakan dan program telah digenjot Prabowo-Gibran bersama jajaran Kabinet Merah Putih, lantas seperti apa tanggapan masyarakat?

Syarif (25) warga Pasar Minggu, Jakarta Selatan berharap pemerintahan Prabowo-Gibran mampu menunaikan janji soal pertumbuhan ekonomi 8 persen dapat terealisasi.

Optimistis muncul ketika Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa ditunjuk langsung oleh Prabowo untuk memperbaiki situasi perekonomian di Tanah Air.

“Harapannya bisa membawa Indonesia ke arah yang lebih baik, janji-janji Presiden Prabowo soal pertumbuhan ekonomi 8% bisa terealisasi karena kita tahu ekonomi Indonesia kemarin-kemarin dirasa sedang tidak baik-baik saja,” ucap Syarif saat ditemui di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Minggu (19/10/2025).

“Dengan optimisme dan mengangkat Pak Purbaya sebagai Menkeu banyak optimisme dari warga semakin meningkat semoga yang dicita-citakan bangsa ini dan Pak Presiden tercapai,” sambungnya.

Di sisi lain, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memaparkan capaian kinerja ekonomi nasional selama satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Kisah Heroik Dua Prajurit ‘Hantu Laut’ Gelar Operasi Klandestin di Negeri Singa

Kisah Heroik Dua Prajurit 'Hantu Laut' Gelar Operasi Klandestin di Negeri Singa

Kisah Heroik Dua Prajurit ‘Hantu Laut’ Gelar Operasi Klandestin di Negeri Singa

Dua prajurit Korps Komando Operasi (KKO) Angkatan Laut, Usman bin Muhammad Ali alias Usman Janatin dan Harun bin Said alias Tahir gugur saat mempertahankan kedaulatan negara. Usman dan Harun dieksekusi di tiang gantungan oleh Singapura yang saat itu masih tergabung dengan Malaysia pada 17 Oktober 1968 atau tepat 57 tahun silam.

Keduanya dianggap bersalah dengan tuduhan meledakkan bom di pusat kota di Singapura. Aksi itu dilakukan keduanya saat terjadinya konfrontasi Indonesia dan Malaysia.

Usman memiliki nama asli Sersan KKO Janatin alias Usman bin Haji Muhamad Ali. Sedangkan Harun bernama lengkap Kopral KKO Tohir alias Harun bin Said. Usman adalah prajurit KKO kelahiran Purbalingga, Jawa Tengah, tanggal 18 Maret 1943 dan Harun adalah kelahiran Pulau Bawean, 4 April 1947.

Saat itu, pada Maret 1965, Usman, Harun dan Gani bin Arup, mendapat tugas khusus dari Komando Operasi Tertinggi (KOTI) untuk memasuki Singapura sebagai bagian dari perkuatan militer Indonesia untuk membantu para sukarelawan Indonesia di wilayah musuh.

Dengan menggunakan perahu karet, ketiganya berangkat tanggal 8 Maret 1965 dengan membawa 12,5 kilogram bahan peledak. Mereka mendapat perintah untuk melakukan sabotase ke sasaran-sasaran penting di kota Singapura. Sasaran tidak ditentukan dengan pasti, jadi harus ditentukan sendiri.

Keduanya meledakkan bangunan MacDonald House yang terletak di pusat kota pada tanggal 10 Maret 1965.  Peristiwa itu menimbulkan kegemparan dan kekacauan bagi masyarakat Singapura. Setelah melakukan aksinya, Harun dan Usman melarikan diri dan berhasil mencapai daerah pelabuhan, sedangkan Gani bin Arup mencari jalan lain.

Sebuah motor boat berhasil mereka rampas untuk kembali ke Pulau Sambu. Namun di tengah jalan, motor boat mengalami kerusakan mesin. Mereka akhirnya ditangkap patroli musuh pada 13 Maret 1965. Keduanya dibawa kembali ke Singapura untuk diadili. Pengadilan Singapura akhirnya menjatuhkan vonis hukuman mati.

Alasan Dokter Tifa Teliti Silsilah Jokowi: Banyak Sekali Versi Siapa Sosok Ayah-Ibunya

Alasan Dokter Tifa Teliti Silsilah Jokowi: Banyak Sekali Versi Siapa Sosok Ayah-Ibunya

Dokter Tifa

Pegiat media sosial Tifauzia Tyassuma, yang dikenal dengan nama Dokter Tifa, tengah menyusun penelitian terkait silsilah Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi). Ia mengungkap alasan di balik penelitian tersebut.

Tifa menyebut, riset ini dilatarbelakangi oleh banyaknya rumor dan versi berbeda mengenai asal-usul Jokowi yang beredar di masyarakat selama bertahun-tahun.

“Selama belasan tahun kita mendengar rumor, kita mendengar banyak kabar-kabar, termasuk siapa sesungguhnya ayah Jokowi, ibunya Jokowi, di mana sesungguhnya dia lahir, karena banyak sekali versi,” ujar Tifa dalam program Rakyat Bersuara di iNews TV, Selasa (14/10/2025).

Menurutnya, para peneliti memiliki tanggung jawab untuk mencari kebenaran dan menyajikan informasi yang faktual demi kepentingan sejarah nasional. “Maka tugas kami sebagai peneliti adalah menemukan kebenaran yang ada, sehingga menjadi sejarah yang bagus bagi bangsa ini,” lanjutnya.

Meski demikian, Tifa menegaskan penelitian tersebut masih dalam tahap awal, yakni pengumpulan data. Ia belum menyampaikan hipotesis atau kesimpulan sementara dari riset yang dilakukan.

“Ini adalah fase pengumpulan data,” tuturnya.

Sejumlah Wilayah Jakarta Diguyur Hujan dengan Intensitas Ringan Hari Ini

Sejumlah Wilayah Jakarta Diguyur Hujan dengan Intensitas Ringan Hari Ini

Ilustrasi hujan dengan intensitas ringan/Foto: FreePik

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) RI memprediksi sejumlah wilayah di Jakarta akan diguyur hujan dengan intensitas ringan pada Senin (13/10/2025).

“(Pagi hari 07.00-13.00 WIB) Berawan Tebal; Hujan Ringan di Jakarta Barat, Kepulauan Seribu, dan Jakarta Utara. (Siang hari 13.00-19.00 WIB) Berawan Tebal; Hujan Ringan di Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Jakarta Barat,” tulis ikhtisar prakiraan cuaca BMKG.

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta meminta masyarakat waspada potensi banjir rob di pesisir Jakarta imbas fenomena bulan purnama periode 8-15 Oktober 2025.

“Waspada banjir pesisir 8-15 Oktober 2025,” tulis laman Instagram @bpbddkijakarta dikutip, Rabu (8/10).

Kapusdatin BPBD DKI Jakarta, M Yohan menjelaskan berdasarkan informasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Maritim Tanjung Priok tentang Peringatan Dini Banjir Pesisir (Rob) tanggal 08 – 15 Oktober 2025, adanya fenomena pasang maksimum air laut bersamaan dengan fenomena fase Bulan Purnama dan Perigee yang berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum berupa banjir pesisir atau rob di wilayah pesisir utara Jakarta.

“Wilayah pesisir utara DKI Jakarta seperti di Kamal Muara, Kapuk Muara, Penjaringan, Pluit, Ancol, Kamal, Marunda, Cilincing, Kalibaru, Muara Angke, Tanjung Priok, dan Kepulauan Seribu diimbau agar dapat mengantisipasi dampak pasang maksimum air laut yang berpotensi terjadinya banjir pesisir (Rob),” jelasnya.

Breaking News! Gempa M6,9 Guncang Pulau Karatung Sulut

Breaking News! Gempa M6,9 Guncang Pulau Karatung Sulut

Ilustrasi gempa

Gempa berkekuatan M6,9 kembali mengguncang Pulau Karatung, Sulawesi Utara (Sulut), Jumat 10 Oktober 2025, pukul 18.12 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan, gempa tidak berpotensi tsunami.

Sementara itu, pusat gempa berada di 245 km Barat Laut Pulau Karatung Sulut pada koordinat 6.93 Lintang Utara – 126.66 Bujur Timur.

“Update Info Gempa Mag:6.9, 10-Oct-25 18:12:12 WIB, Lok:6.93 LU,126.66 BT (245 km Barat Laut Pulau Karatung- Sulut), Kedlmn:56 Km, dirasakan di Naha III MMI ::BMKG,” tulis BMKG dalam keterangan resminya.

BMKG melaporkan informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data. Pada Jumat pagi, gempa besar berkekuatan M7,6 juga mengguncang Pulau Karatung, bahkan BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami.

Diduga Gelapkan Barang Bukti, Kajari Jakarta Barat Dicopot dari Jabatannya

 Diduga Gelapkan Barang Bukti, Kajari Jakarta Barat Dicopot dari Jabatannya

Kajari Jakarta Barat Dicopot dari Jabatannya

Jaksa Agung ST Burhanuddin mencopot Hendri Antoro dari jabatannya sebagai Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jakarta Barat. Pencopotan tersebut diduga berkaitan dengan kasus penggelapan barang bukti dalam perkara investasi bodong robot trading.

“Pelaksana tugasnya (Plt) sudah ditunjuk, yakni Aspidsus Kejati DKI Jakarta, Haryoko Ari Prabowo,” ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung RI, Anang Supriatna, kepada wartawan, Rabu (8/10/2025).

Menurut Anang, pencopotan Hendri Antoro dari jabatannya telah dilakukan sejak pertengahan September 2025. Ia menegaskan, sanksi diberikan kepada siapa pun yang terbukti melakukan pelanggaran etik maupun hukum di lingkungan kejaksaan.

“Pemberian sanksi terhadap Hendri Antoro dilakukan setelah pemeriksaan internal rampung,” katanya. Namun, Anang tidak merinci sejauh mana keterlibatan Hendri dalam kasus tersebut.

“Kami tetap berkomitmen untuk menindak tegas. Itu sudah termasuk sanksi terberat — kalau jaksa dicopot dari jabatannya,” pungkasnya.

ODGJ Ngamuk, 4 Orang Ditusuk Karambit di Cilandak Jaksel

ODGJ Ngamuk, 4 Orang Ditusuk Karambit di Cilandak Jaksel

Ilustrasi penusukan

Seorang pria yang diduga mengalami gangguan jiwa (ODGJ) berinisial Y mengamuk dan menusuk empat orang di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan.

Menurut Kapolsek Cilandak, Kompol Febriman Sarlase, peristiwa itu terjadi pada Minggu 5 Oktober 2025 sekitar pukul 13.30 WIB. “Benar, terjadi pada hari Minggu tanggal 5 Oktober 2025 lebih kurang pukul 13.30 WIB telah terjadi penusukan,” kata Febriman, Senin (6/10/2025).

Dia menjelaskan, insiden itu bermula ketika Y terlibat cekcok dengan kakaknya di rumah. Saat pembantu rumah tangga mencoba melerai, Y juga menyerangnya. Kakaknya kemudian melarikan diri keluar rumah dan meminta pertolongan kepada Ketua RT dan warga sekitar.

“Tapi pelaku langsung mengambil senjata semacam karambit ya. Sehingga Pak RT dan tiga orang lagi yang membantu untuk melerai mengalami luka-luka,” ujar dia.

Ia menambahkan, saat ini Y telah ditangkap dan diamankan di Polsek Cilandak. Untuk keempat korban mengalami luka tusuk ringan dan telah mendapatkan perawatan di RS Fatmawati, termasuk Ketua RT setempat.

“Untuk yang korban luka empat orang ini, tidak ada yang meninggal, dan diberikan, katakan itu tidak ada yang meninggal, hanya ada luka gores tusukan,” pungkasnya.